KUNINGAN, (FC).- Aksi penganiayaan berdarah menggemparkan warga Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Selasa (12/5) siang.
Seorang pria berinisial JJ (35) mengalami luka serius usai diduga dibacok rekannya sendiri menggunakan sebilah golok.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di rumah pelaku berinisial AN (25). Berdasarkan keterangan kepolisian, korban awalnya mendapat ajakan dari pelaku untuk datang ke rumahnya dengan alasan hendak minum kopi bersama.
Tanpa menaruh curiga, korban kemudian memenuhi undangan tersebut. Namun sesampainya di lokasi, situasi mendadak berubah mencekam. Pelaku diduga langsung mengambil golok dan menyerang korban secara brutal.
Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz, membenarkan kejadian penganiayaan berat tersebut. Menurutnya, korban sempat diserang secara tiba-tiba saat berada di rumah pelaku.
“Korban datang ke rumah pelaku setelah diundang untuk minum kopi. Sesampainya di lokasi, pelaku diduga langsung mengambil golok dan melakukan penganiayaan terhadap korban,” ujar Abdul Aziz.
Akibat serangan itu, korban mengalami luka robek di bagian kepala sebelah kiri dan tangan kanan. Bahkan, jari kelingking tangan kanan serta ibu jari tangan kiri korban dilaporkan mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam.
Meski dalam kondisi bersimbah darah, korban berhasil menyelamatkan diri dengan keluar dari rumah pelaku sambil meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan bantuan dan membawa korban ke Puskesmas Cibeureum untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri. Polisi menduga pelaku kabur ke kawasan hutan di sekitar Desa Cimara dan hingga kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
“Anggota kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kami mengimbau agar pelaku segera menyerahkan diri,” tegasnya.
Hingga kini, Satreskrim Polres Kuningan masih mendalami motif di balik aksi pembacokan tersebut. Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (Angga)









































































































Discussion about this post