KAB.CIREBON, (FC).- Mantan Kuwu Desa Pabedilan Wetan, Alan Wari, tetap aktif berkontribusi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat meski tidak lagi menjabat sebagai kepala desa.
Kiprahnya dinilai menjadi contoh bagi para kuwu purna dalam menjaga komitmen terhadap kemajuan desa.
Saat memimpin Desa Pabedilan Wetan periode 2017–2023, Alan Wari berhasil merealisasikan pembangunan infrastruktur desa, khususnya jalan poros desa yang seluruhnya telah dibeton. Pembangunan tersebut menjadi salah satu capaian yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Usai pelaksanaan Pilwu Serentak 2023, Alan Wari harus menerima kekalahan dan kembali menjadi warga biasa. Namun kondisi tersebut tidak membuatnya menjauh dari aktivitas sosial maupun pembangunan desa.
Ia justru memilih tetap menjalin hubungan baik dengan kuwu terpilih demi menjaga keberlanjutan pembangunan di Desa Pabedilan Wetan.
“Membangun desa tidak harus selalu menjadi kuwu. Sebagai masyarakat biasa pun kita tetap bisa berbuat untuk masyarakat,” ujar Alan Wari, Jumat (15/5).
Saat ini, Alan Wari diketahui aktif mengembangkan sejumlah bidang usaha, mulai dari penggilingan padi, pertanian, peternakan, hingga usaha kontraktor. Selain itu, ia juga terlibat dalam kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pabedilan Wetan.
Melalui kegiatan tersebut, ia berupaya membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar sekaligus memberdayakan pelaku UMKM lokal agar ikut merasakan dampak pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.
Menurutnya, Desa Pabedilan Wetan sebagai salah satu desa penyangga kawasan industri harus mampu melahirkan masyarakat yang ikut berkembang dan memperoleh manfaat dari keberadaan kawasan industri tersebut.
“Masyarakat jangan hanya jadi penonton, tetapi harus ikut menerima manfaat dari hadirnya kawasan industri,” katanya.
Selain di bidang usaha, Alan Wari juga aktif melalui wadah Masyarakat Pabedilan Rempug (Mapar), sebuah organisasi yang mengusung semangat “dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat Pabedilan”.
Melalui organisasi tersebut, ia mendorong masyarakat agar dapat memperoleh manfaat lebih luas dari perkembangan kawasan industri, tidak hanya melalui peluang kerja di perusahaan, tetapi juga dari berbagai sektor usaha pendukung lainnya.
Alan berharap keberadaan kawasan industri mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga kondusivitas wilayah, serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para investor yang berinvestasi di daerah tersebut.
“Kalau masyarakat ikut sejahtera, maka kondusivitas wilayah akan terjaga dan investor pun merasa nyaman,” pungkasnya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post