KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten Cirebon menargetkan pembangunan sebanyak 446 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) bagi masyarakat kurang mampu yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon pada tahun 2026.
Program tersebut disampaikan Bupati Cirebon, Imron saat meninjau pembangunan rumah warga penerima bantuan di Desa Melakasari, Kecamatan Gebang, Rabu (13/5).
Menurut Imron, program Rutilahu menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga yang masih tinggal di hunian tidak layak.
“Program Rutilahu ini dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon dengan target sebanyak 446 rumah,” ujar Imron.
Di Desa Melakasari sendiri, sebanyak 11 unit rumah mendapatkan bantuan melalui program Bantuan Bedah Rumah Swadaya (BBRS). Rumah-rumah yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan dibongkar total dan dibangun kembali dari awal.
“Ada 11 rumah yang dibangun dari nol karena kondisinya memang sudah tidak layak huni,” katanya.
Imron berharap bantuan tersebut mampu memberikan kehidupan yang lebih layak dan nyaman bagi masyarakat penerima manfaat.
“Semoga program ini bisa membantu masyarakat hidup lebih baik dan lebih sejahtera,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Melakasari, Sochibi, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Cirebon terhadap kondisi rumah warga di desanya. Menurut dia, program tersebut sangat membantu masyarakat yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni.
“Kami dari pemerintah desa mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Cirebon. Program ini sangat membantu warga,” ucap Sochibi.
Ia menyebutkan, sebelumnya pihak desa mengusulkan sebanyak 85 unit rumah untuk mendapatkan bantuan Rutilahu. Namun pada tahun ini baru 11 unit yang dapat direalisasikan.
“Kami tetap bersyukur tahun ini ada 11 rumah yang mendapat bantuan. Masih ada puluhan rumah lagi yang belum terealisasi,” katanya.
Sochibi menambahkan, realisasi bantuan saat ini diprioritaskan untuk kawasan yang masuk dalam Surat Keputusan (SK) kawasan kumuh. Pihaknya berharap bantuan serupa dapat kembali diberikan agar seluruh rumah warga yang tidak layak huni bisa tertangani secara bertahap.
“Kami akan terus mengawal program ini supaya rumah-rumah warga lainnya juga bisa mendapatkan bantuan,” tandasnya. (Ghofar)












































































































Discussion about this post