KAB.CIREBON (FC).- Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus menyusul adanya surat kewaspadaan dini dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.
Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan kasus Hantavirus di sejumlah daerah di Indonesia seperti Yogyakarta dan Semarang.
Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kabupaten Cirebon.
“Hantavirus memang sudah masuk Indonesia meskipun kasusnya masih jarang. Untuk di Kabupaten Cirebon sendiri belum pernah ditemukan,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cirebon, Mona Isabella Saragih, Selasa (12/5).
Menurutnya, Hantavirus merupakan penyakit yang banyak ditemukan di kawasan Asia dan Amerika. Penularannya berasal dari hewan pengerat, terutama tikus yang membawa virus tersebut.
Gejala awal Hantavirus umumnya berupa demam tinggi selama tiga hingga enam hari dengan suhu mencapai 39 derajat celsius.
Selain itu, penderita dapat mengalami mata merah, nafsu makan menurun, nyeri bola mata, tekanan darah turun hingga gangguan pada saluran kemih.
“Kalau melihat referensi dari panduan Kementerian Kesehatan, tingkat fatalitas Hantavirus bisa mencapai 1 sampai 50 persen tergantung jenis virusnya,” katanya.
Ia menjelaskan, Hantavirus berbeda dengan leptospirosis meski sama-sama ditularkan tikus.
Pada leptospirosis, bakteri masuk melalui luka, selaput lendir, mata, hidung, atau mulut. Sedangkan Hantavirus dapat menular melalui udara saat seseorang menghirup debu atau partikel yang telah terkontaminasi urine maupun kotoran tikus pembawa virus.
“Jadi tidak harus ada luka. Debu atau udara yang terkontaminasi juga bisa menjadi media penularan,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kebersihan lingkungan rumah dan menghindari paparan kotoran tikus.
Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap makanan atau minuman kemasan yang disimpan di tempat terbuka.
“Kalau minuman botol atau kaleng sebaiknya dicuci dulu bagian atasnya karena kita tidak tahu apakah terkena kencing atau kotoran tikus,” ungkapnya.
Selain menjaga kebersihan rumah, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam tinggi disertai keluhan lain yang mengarah pada infeksi Hantavirus. (Ghofar)














































































































Discussion about this post