KAB.CIREBON, (FC).- Komite Nasional Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Komnas PPLH) DPD Cirebon Raya resmi terbentuk dalam pertemuan yang digelar di Tajug Pangeran Alas, Perumahan Gebang Regency, Desa Kalimekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jumat (15/5).
Pembentukan kepengurusan DPD Komnas PPLH Cirebon Raya menjadi langkah awal memperkuat pengawasan sekaligus pelestarian lingkungan hidup di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Dalam kegiatan tersebut, jajaran pengurus baru juga mendapatkan pembekalan dan arahan dari pengurus DPP serta DPW Komnas PPLH terkait visi, misi, dan peran organisasi dalam menjaga kelestarian alam.
Ketua DPD Komnas PPLH Cirebon Raya, Ahmad Jahid Syaikhun, mengatakan para pengurus masih membutuhkan banyak pemahaman terkait organisasi, meskipun sebagian telah mengetahui dasar-dasar organisasi melalui AD/ART.
“Kehadiran pengurus DPP dan DPW menjadi pencerahan bagi kami untuk mengetahui langkah apa yang harus dilakukan ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, semangat menjaga lingkungan harus menjadi spirit perjuangan seluruh pengurus, terlebih DPD Komnas PPLH Cirebon Raya saat ini masih berada dalam tahap awal pembentukan.
Sementara itu, perwakilan DPP Komnas PPLH, Hasan, menegaskan menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.
“Alam dan lingkungan adalah warisan untuk anak cucu, sehingga harus dirawat dan dijaga bersama,” katanya.
Ia menyoroti berbagai persoalan lingkungan yang dinilai membutuhkan pengawasan serius, mulai dari alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri hingga aktivitas pertambangan yang berpotensi merusak lingkungan.
“Komnas PPLH harus hadir mengawal pembangunan agar tetap pro lingkungan dan tidak merusak habitat sungai, sawah, maupun mata pencaharian petani dan nelayan,” tegasnya.
Selain itu, Hasan juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang dinilai menjadi bagian penting dalam implementasi kesadaran menjaga kebersihan lingkungan di masyarakat.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa Komnas PPLH merupakan organisasi yang fokus pada perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui pendekatan teknologi ramah lingkungan serta penyelesaian berbagai isu strategis lingkungan dan kehutanan di Indonesia.
Adapun visi organisasi tersebut yakni berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan dengan menyediakan layanan berbasis teknologi lingkungan. Sementara misinya meliputi membangun kemitraan dengan pemerintah dan berbagai lembaga, membantu menyelesaikan persoalan lingkungan hidup, memberikan kontribusi kebijakan kepada pemerintah, serta mendukung pelestarian alam secara berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal DPP Komnas PPLH, Aji Tarmudji, mengungkapkan organisasi tersebut resmi berdiri pada 11 Maret 2024 dan kini telah berkembang di 18 provinsi di Indonesia.
“Komnas PPLH bekerja dari masyarakat untuk masyarakat,” katanya.
Ia juga menyebutkan Komnas PPLH telah menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga dan instansi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pindad, Komisi XII DPR RI, hingga Kementerian Lingkungan Hidup.
Dalam kesempatan itu, Aji juga menyoroti sejumlah persoalan lingkungan di wilayah Cirebon Raya, mulai dari banjir akibat kerusakan lingkungan, tata ruang, limbah industri, hingga penebangan liar.
“Jangan sampai pembangunan dan industri justru merusak lingkungan serta mengancam kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Selain mengkritisi persoalan lingkungan, Komnas PPLH juga menyatakan siap memberikan solusi, termasuk membantu masyarakat dalam pengurusan izin pemanfaatan lahan.
Di Kabupaten Kuningan sendiri, disebutkan terdapat sekitar 27 hektare lahan tidur yang berpotensi dimanfaatkan masyarakat melalui skema izin pinjam pakai dengan pendampingan dari Komnas PPLH. (Nawawi)















































































































Discussion about this post