KUNINGAN, (FC).- Ajang penghargaan Pangajen Rakyat Pinunjul yang digagas Waroenk Rakyat resmi menutup tahapan pendaftaran nominator pada 20 Mei 2026.
Selama sebulan dibuka, program tersebut dibanjiri ratusan usulan nama tokoh inspiratif dari berbagai latar belakang yang dinilai memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Kuningan.
Tingginya antusiasme masyarakat disebut melampaui ekspektasi panitia. Dukungan terhadap kegiatan itu juga datang dari berbagai kalangan, mulai dari Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy, hingga sejumlah organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Kuningan.
Koordinator kegiatan, Dzikri, mengaku terharu melihat besarnya partisipasi masyarakat dalam mengusulkan nama-nama tokoh yang dianggap layak menerima penghargaan tersebut.
“Alhamdulillah, niat kami mencari mutiara terpendam melalui Pangajen Rakyat Pinunjul mendapat respons luar biasa. Banyak sosok inspiratif yang muncul dan sebelumnya mungkin belum pernah tersorot publik,” ujar Dzikri saat ditemui, Kamis (21/5).
Ia menjelaskan, sejak awal penghargaan tersebut memang tidak ditujukan untuk mencari figur populer. Panitia justru ingin mengangkat sosok sederhana yang selama ini bergerak dalam senyap, namun memiliki dampak besar di lingkungannya masing-masing.
“Kami ingin memberi ruang apresiasi kepada orang-orang biasa yang punya kontribusi nyata bagi masyarakat. Semangat itu juga sejalan dengan lahirnya Waroenk Rakyat yang dibangun dari keinginan anak-anak muda untuk ikut berkontribusi bagi Kuningan,” katanya.
Setelah penutupan pendaftaran, seluruh nominator baik hasil rekomendasi masyarakat maupun pendaftaran mandiri akan memasuki tahapan seleksi lanjutan. Proses penilaian akan dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria dengan melibatkan dewan juri yang disebut independen dan profesional.
Panitia juga membuka kemungkinan melakukan wawancara langsung terhadap calon penerima penghargaan guna memastikan proses seleksi berjalan objektif dan transparan.
“Seperti jargon Waroenk Rakyat selama ini, kami tidak menerima 86 dalam bentuk apa pun. Penilaian dilakukan bersih tanpa titipan siapa pun,” tegasnya.
Ajang Pangajen Rakyat Pinunjul digagas sebagai bentuk penghargaan bagi masyarakat yang dinilai telah memberikan inspirasi dan kontribusi positif bagi Kabupaten Kuningan, meski selama ini bergerak jauh dari sorotan publik. (Angga)












































































































Discussion about this post