MAJALENGKA, (FC).– Pemerintah Kabupaten Majalengka menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dengan mengalokasikan anggaran Rp143 miliar untuk perbaikan 284 titik jalan dan jembatan rusak pada tahun anggaran 2026.
Program tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyampaikan bahwa pelaksanaan perbaikan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah serta tahapan administratif yang harus dilalui.
“Ada sekitar 284 titik jalan dan jembatan yang akan diperbaiki selama tahun ini. Prosesnya bertahap, targetnya sampai akhir tahun,” ujar Bupati Eman, Senin (27/4).
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, sektor infrastruktur tetap menjadi prioritas utama, khususnya pada ruas jalan yang mengalami kerusakan parah dan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Pemerintah daerah, kata Eman, berupaya memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran.
“Di tengah efisiensi, kami tetap memprioritaskan pembangunan yang paling dibutuhkan masyarakat. Saya sebagai bupati tentu ingin kondisi jalan di Majalengka semakin baik,” tegasnya.
Sejumlah ruas jalan strategis yang menjadi perhatian publik dan masuk dalam daftar prioritas perbaikan antara lain jalur Babajurang – Jatitujuh, Majalengka – Dawuan, Balida – Panongan, Ranji – Sukaraja Kulon, Sangiang – Banjaran, Campaga – Talaga – Sukamantri, hingga wilayah Bantarujeg.
Selain itu kata Bupati Eman, peningkatan jalur Tonjong – Jatiwangi turut mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi sebesar Rp12 miliar, dengan tambahan dana pendamping dari Kabupaten Majalengka sebesar Rp3 miliar.
Menanggapi keluhan masyarakat yang ramai disuarakan melalui media sosial, Bupati meminta warga untuk bersabar.
Ia menegaskan bahwa proses perbaikan membutuhkan mekanisme penganggaran dan lelang yang ketat, termasuk penerapan sistem kompetisi (Minicom) yang membatasi proses tender.
“Uang itu bukan uang pribadi, semua harus melalui tahapan. Apalagi dengan pola kompetisi tahun ini yang sangat ketat,” ujarnya.
Eman juga mengajak masyarakat untuk tidak berspekulasi negatif, seraya menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya mencari dukungan anggaran tambahan dari pemerintah pusat maupun provinsi demi percepatan pembangunan di Majalengka.
Di sisi lain, rencana perbaikan ini mendapat sambutan positif dari warga. Jaenudin warga Sukaraja, berharap proyek tersebut dapat segera direalisasikan mengingat kondisi jalan rusak telah mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Kalau bisa jangan lama-lama, karena sangat menghambat, apalagi untuk yang kerja setiap hari,” ujarnya.
Senada yag sama disampaikan Euis, Ia berharap kualitas pembangunan menjadi perhatian utama agar jalan yang diperbaiki tidak kembali rusak dalam waktu singkat.
“Kami senang ada perbaikan, tapi kualitasnya juga harus bagus supaya tidak cepat rusak lagi,” katanya.
Melalui program ini, Pemkab Majalengka diharapkan mampu menghadirkan infrastruktur yang lebih baik, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih baik. (Munadi)












































































































Discussion about this post