KUNINGAN, (FC).- Aksi kekerasan yang diduga melibatkan kalangan pelajar kembali terjadi di Kabupaten Kuningan. Seorang siswa kelas 10 berinisial NA menjadi korban pembacokan dalam insiden di kawasan Jalan Baru Dangder, Kamis (23/4) sore.
Peristiwa itu bermula saat korban menerima ajakan dari teman lamanya yang masih berstatus pelajar SMP untuk pergi bermain dan menonton. Tanpa curiga, korban memenuhi ajakan tersebut.
Namun setibanya di lokasi, korban bersama rombongan justru diduga diserang kelompok lain.
Ayah korban, Didi Suryadi, mengatakan anaknya tidak mengetahui adanya rencana tawuran maupun penyerangan.
“Anak saya tahunya diajak main saja. Tidak tahu kalau bakal kejadian seperti itu,” ujarnya usai melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Kuningan, Jumat (24/4).
Berdasarkan keterangan keluarga, korban datang bersama sekitar 10 orang temannya. Di lokasi kejadian, mereka diduga berhadapan dengan kelompok lain yang jumlahnya lebih banyak.
Dalam situasi panik, sepeda motor yang dikendarai korban terjatuh. Saat berusaha mengangkat kendaraannya, korban diduga diserang menggunakan senjata tajam.
“Lukanya di bagian punggung, lebarnya sekitar 8 sentimeter dan kedalamannya kurang lebih 4 sentimeter,” kata Didi.
Usai kejadian, korban sempat pulang tanpa memberi tahu orang tuanya dan kemudian mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Keluarga baru mengetahui insiden tersebut setelah kondisi korban ditangani tenaga kesehatan dan kendaraan milik korban juga tidak hilang.
Keluarga berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap para pelaku.
“Harapan saya cuma satu, pelakunya diusut tuntas dan diproses sesuai hukum,” tegasnya.
Saat ini, kasus pembacokan tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Petugas tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik aksi kekerasan tersebut. (Angga)










































































































Discussion about this post