KOTA CIREBON, (FC).- Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) adalah spesies invasif yang merusak ekosistem perairan Indonesia.
Ikan ini mendominasi sungai, mengusir ikan lokal, dan merusak habitat karena kemampuan reproduksi tinggi dan minim predator alami. Ikan ini juga berbahaya bagi manusia karena mengandung logam berat tinggi.
Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) mulai menaruh perhatian pada upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan melalui program penebaran benih ikan (restocking), sebagai langkah antisipasi terhadap potensi berkembangnya ikan sapu-sapu di sejumlah aliran sungai.
Kepala DKPPP Kota Cirebon, Elmi Masruroh menyampaikan meskipun ikan sapu-sapu sudah ditemukan di beberapa titik seperti kawasan Kalisuba, jumlahnya masih relatif sedikit dan belum mengganggu ekosistem secara signifikan.
Namun demikian, menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan. Berkaca dari daerah lain seperti Jakarta, populasi ikan sapu-sapu dapat berkembang pesat dan berpotensi mendominasi perairan jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Di Kota Cirebon memang sudah ada, tapi belum banyak. Ini yang perlu kita jaga bersama agar tidak berkembang seperti di daerah lain,” ujar Elmi, Sabtu (25/4).
Sebagai langkah preventif, kata Elmi, Pemkot Cirebon terus menggencarkan program restocking ikan di sejumlah sungai air tawar. Upaya ini bertujuan untuk menjaga populasi ikan lokal sekaligus memperkuat keseimbangan ekosistem perairan.
Elmi menjelaskan, penebaran benih ikan dilakukan secara berkala dan akan kembali dilaksanakan dalam waktu dekat, bertepatan dengan peringatan hari jadi Kota Cirebon.
“Tahun ini, jumlah benih yang diajukan bahkan ditingkatkan dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Elmi.
Tidak hanya difokuskan pada perairan umum, menurut Elmi, benih ikan tersebut juga akan didistribusikan kepada kelompok pembudidaya. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak ganda, yakni menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor perikanan lokal.
“Dengan restocking, kita tidak hanya menjaga ekosistem tetap seimbang, tetapi juga membantu para pembudidaya untuk meningkatkan hasil produksinya,” katanya.
Elmi memastikan, pihaknya akan terus memantau perkembangan ikan sapu-sapu di sungai-sungai untuk mencegah potensi gangguan di masa mendatang. (Agus)










































































































Discussion about this post