Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah mengumumkan pembukaan penuh Selat Hormuz bagi semua kapal komersial selama sisa masa gencatan senjata, mengikuti rute maritim terkoordinasiììi yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran.
Dilansir dari Iran Press pada Sabtu (18/4), isyarat de-eskalasi yang signifikan dari Teheran ini menunjukkan komitmen Republik Islam terhadap stabilitas regional sekaligus mempertahankan otoritas kedaulatannya atas titik rawan energi terpenting di dunia, mengirimkan sinyal yang jelas bahwa Iran mengendalikan waktu dan ketentuan navigasi Selat Hormuz.
Keputusan Republik Islam untuk memfasilitasi pelayaran komersial melalui jalur air strategis tersebut mencerminkan pendekatan bertanggung jawab Teheran terhadap stabilitas ekonomi global.
Bahkan ketika mereka menjalankan hak kedaulatan yang sah, sangat kontras dengan unilateralisme Amerika, yang telah mengganggu perdagangan maritim internasional melalui sanksi ilegal dan pencegahan angkatan laut yang agresif di perairan Asia Barat.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, dalam sebuah unggahan di platform X, menyatakan bahwa “sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata” dan menjelaskan bahwa lalu lintas komersial akan berjalan “melalui rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran.”










































































































Discussion about this post