KAB.CIREBON, (FC).- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat George Edwin Sugiharto bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Nana Kencana Wati turun langsung ke Desa Blender, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon, Sabtu (18/4).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mendukung program ketahanan pangan sekaligus menghadiri kegiatan penanaman dan penyemaian perdana musim tanam (MT) kedua bersama Kelompok Tani Taruna Tani.
Keduanya didampingi perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pengurus Gapoktan setempat.
Dalam kesempatan itu, rombongan juga berdialog dengan para petani guna menyerap persoalan yang dihadapi di lapangan.
George Edwin Sugiharto mengatakan, kehadiran pihaknya merupakan bentuk dukungan nyata terhadap petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, persoalan utama yang banyak dikeluhkan petani saat ini adalah ketersediaan air.
“Kami hadir untuk mendukung petani sekaligus menampung keluhan mereka, terutama soal pengairan yang menjadi pekerjaan rumah bersama di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan tenaga ahli Kementerian Pertanian guna mencari solusi konkret atas persoalan tersebut.
“Kami merasakan langsung beratnya kerja petani, dari penyemaian hingga panen. Ini tidak mudah dan harus menjadi perhatian serius,” katanya.
Sebagai bentuk kepedulian, rombongan juga menyalurkan bantuan nutrisi bagi petani yang diinisiasi Nana Kencana Wati.
Sementara itu, Nana Kencana Wati menjelaskan penanganan masalah pengairan membutuhkan sinergi lintas kewenangan antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat.
“Kami di daerah mendorong usulan petani melalui dinas dan kementerian terkait. Dalam jangka pendek, pompanisasi akan diupayakan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi embung sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kekurangan air di kawasan pertanian Karangwareng.
“Perbaikan dan optimalisasi embung sangat penting agar kebutuhan air petani terpenuhi dan tidak terdampak El Nino,” jelasnya.
Nana menyinggung kondisi embung di Sumur Kondang yang dinilai belum berfungsi maksimal meski telah menelan anggaran besar. Pihaknya berkomitmen mendorong agar fasilitas tersebut segera dioptimalkan.
“Kami akan terus mendorong agar embung tersebut bisa segera difungsikan dan manfaatnya benar-benar dirasakan petani,” pungkasnya. (Nawawi)









































































































Discussion about this post