MAJALENGKA, (FC).– Jelang keberangkatan gelombang pertama ibadah haji pada 25 April mendatang, Pemerintah Kabupaten Majalengka menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan penyelenggaraan berjalan optimal, aman, dan terkendali.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Majalengka, H.Eman Suherman, dengan melibatkan unsur Forkopimda, KBIH, serta jajaran kecamatan, pada Sabtu (18/4).
Bupati Eman Suherman menegaskan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan, terutama menyikapi perubahan kebijakan nasional terkait penyelenggaraan ibadah haji.
“Dulu penyelenggaraan haji menjadi kewenangan Kementerian Agama, namun kini berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah. Ini tentu membawa sejumlah perubahan kebijakan yang harus dipahami bersama,” ujarnya.
Salah satu perubahan signifikan terletak pada sistem antrean atau waiting list jemaah haji. Jika sebelumnya dihitung berdasarkan kuota per kabupaten, kini pemerintah menerapkan sistem pemerataan nasional. Kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi kesenjangan waktu tunggu antar daerah yang selama ini dinilai terlalu timpang.
“Di beberapa daerah, masa tunggu bisa mencapai 49 tahun, sementara daerah lain hanya sekitar 12 tahun. Dengan kebijakan baru ini, rata-rata masa tunggu disesuaikan menjadi sekitar 26 tahun di seluruh kabupaten/kota,” jelasnya.
Dampak dari kebijakan tersebut turut dirasakan Kabupaten Majalengka. Kuota awal yang sebelumnya berkisar 1.200 jemaah, kini mengalami penyesuaian menjadi 566 orang.
Namun, karena adanya pelimpahan dari kuota yang tidak terserap di daerah lain, jumlah calon jemaah haji Majalengka tahun 2026 bertambah menjadi 729 orang.
“Tambahan ini berasal dari waiting list nasional. Jadi total jemaah kita tahun 2026 ini mencapai 729 orang,” ungkap Eman.
Sementara itu, jadwal keberangkatan jemaah haji Majalengka dibagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter) yang tersebar pada bulan April hingga Mei 2026. Untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan dari tingkat bawah, Bupati menegaskan pentingnya peran aktif para camat sebagai koordinator di wilayah masing-masing.
“Camat harus mengambil tanggung jawab penuh dalam mengoordinasikan persiapan di tingkat kecamatan, mulai dari jadwal keberangkatan, titik kumpul, hingga alur perjalanan jemaah. Jangan sampai jemaah kebingungan,” tegasnya.
Selain itu, sinergi antara TNI-Polri melalui jajaran Koramil dan Polsek juga diharapkan mampu mendukung kelancaran pelaksanaan di lapangan. Pemerintah daerah menargetkan seluruh rangkaian penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan sesuai aturan, aman, dan tanpa kendala berarti.
Di akhir pernyataannya, Bupati Eman Suherman turut menyampaikan pesan khusus kepada para calon jemaah haji agar mempersiapkan diri secara optimal, terutama dari sisi kesehatan dan mental.
“Fokuslah pada ibadah, jaga kesehatan, dan kurangi beban pikiran yang tidak perlu. Kita semua berharap seluruh jemaah diberikan kelancaran, keselamatan, serta kembali ke tanah air dengan selamat,” tuturnya.
Pemkab Majalengka pun menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pelayanan haji tetap prima. Dengan semangat pelayanan yang baik kepada jemaah diharapkan tidak mengalami penurunan, melainkan semakin baik dari tahun ke tahun. (Munadi)









































































































Discussion about this post