MAJALENGKA, (FC).– Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah sekolah terbanyak yang mendapatkan program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dari ribuan sekolah yang diperbaiki, sebanyak 323 di antaranya berasal dari Kabupaten Majalengka.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Dikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, saat kunjungan kerja ke Majalengka, Selasa (21/4) kemarin. Ia menyebut, tingginya alokasi untuk Jawa Barat disebabkan banyaknya sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Fajar menjelaskan, pada 2025 Jawa Barat menerima anggaran revitalisasi sekolah hampir Rp1,5 triliun. Besarnya anggaran ini sejalan dengan jumlah sekolah di Jabar yang sangat banyak dan sebagian dalam kondisi membutuhkan perhatian.
Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi sekitar 71 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Anggaran yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp80 hingga Rp90 triliun.
“Kalau tahun lalu Rp16,9 triliun untuk 16 ribu sekolah, sekarang ditargetkan 71 ribu sekolah. Angkanya bisa Rp80 sampai Rp90 triliun,” ujar Fajar.
Dikatakannya program revitalisasi ini difokuskan pada tiga kategori utama, yakni sekolah dengan kondisi rusak berat, terdampak bencana, dan berada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Menurut Fajar, Pulau Jawa berpotensi mendominasi karena jumlah sekolah yang besar. Namun, daerah lain tetap menjadi prioritas jika memenuhi kriteria, seperti wilayah terdampak bencana di Sumatera atau daerah 3T di Indonesia Timur.
“Prinsipnya pemerataan, semua daerah akan mendapat perhatian sesuai kebutuhan,” katanya.
Sementara itu di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Kepala Dinas Pendidikan, Umar Ma’ruf, telah mengusulkan 323 sekolah untuk masuk program revitalisasi.
Dari jumlah tersebut, sekolah dasar (SD) mendominasi dengan 221 unit. Selain itu, terdapat 39 PAUD dan 63 SMP yang turut diajukan.
Pengusulan ini berdasarkan pemetaan kondisi sekolah, termasuk yang sempat menjadi sorotan publik seperti SDN Gandawesi II di Kecamatan Ligung.
“Semua sekolah dengan kondisi serupa sudah kami data dan diusulkan agar mendapat penanganan yang layak,” kata Umar, Rabu (22/4).
Pemerintah menegaskan, program revitalisasi sekolah akan terus berlanjut hingga 2029 dengan target perbaikan sekitar 300 ribu sekolah di seluruh Indonesia, sehingga seluruh satuan pendidikan dapat memiliki fasilitas yang layak. (Munadi)







































































































Discussion about this post