KAB.CIREBON, (FC).- Peringatan Hari Ulang Tahun ke-10 Mari Sejahterakan Petani Indonesia di Desa Sukadana, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon, Sabtu (25/4), menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Cirebon yang berhalangan hadir.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Cirebon tetap memberikan apresiasi terhadap kiprah MSP Indonesia yang dinilai telah berkontribusi nyata kepada petani selama satu dekade terakhir.
“Pemerintah daerah mengucapkan selamat ulang tahun ke-10 kepada MSP Indonesia. Selama ini sudah banyak kontribusi kepada para petani, dan tentu itu membutuhkan kerja keras yang luar biasa,” ujar Agus.
Ia menegaskan, bertambahnya usia organisasi diharapkan sejalan dengan peningkatan kualitas peran dan kontribusi di lapangan, khususnya dalam mendukung kesejahteraan petani.
“Semakin bertambah usia, harus semakin baik. Kami berharap MSP dapat terus berperan aktif dan memberikan kontribusi lebih besar bagi para petani di Kabupaten Cirebon,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Agus juga mengungkapkan Kabupaten Cirebon mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia berupa bantuan irigasi dan pompa air.
Bantuan tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah bersama dukungan DPRD Provinsi Jawa Barat dalam penguatan program pertanian.
Berdasarkan data pemerintah daerah, luas lahan pertanian di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 107 ribu hektare.
Dari jumlah tersebut, sekitar 52.460 hektare merupakan lahan sawah, dan sekitar 40 persen atau 43.700 hektare di antaranya masuk kategori Lahan Baku Sawah.
Pemerintah daerah juga terus menjaga keberlanjutan lahan pertanian melalui kebijakan perlindungan lahan. Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) masih dimungkinkan dialihfungsikan dalam kondisi tertentu melalui mekanisme pemerintah pusat.
Namun, apabila telah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) atau Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), lahan tersebut tidak dapat dialihfungsikan.
Dari sisi produktivitas, rata-rata hasil panen padi di Kabupaten Cirebon mencapai 6 hingga 7 ton gabah kering per hektare, sedangkan jagung berkisar 4 hingga 5 ton per hektare.
Meski demikian, kebutuhan industri pengolahan hasil pertanian dinilai masih cukup tinggi. Beberapa pabrik di Jawa Barat disebut membutuhkan pasokan bahan baku hingga ribuan ton per hari.
Salah satunya memerlukan sekitar 3.500 ton, sementara pasokan dari wilayah Jawa Barat baru mencapai sekitar 2.000 ton per hari.
“Kondisi ini membuat industri harus mengambil pasokan tambahan dari daerah lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Agus mendorong adanya kolaborasi lebih kuat antara MSP Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam meningkatkan produksi serta ketersediaan bahan baku pertanian.
“Kami sangat mengapresiasi dan berharap MSP dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan di Cirebon,” pungkasnya. (Nawawi)










































































































Discussion about this post