KUNINGAN, (FC).- Polres Kuningan melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) membantah keras tudingan keterlibatan aparat dalam dugaan peredaran obat keras di sebuah toko tembakau di Desa Kramatmulya, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan.
Bantahan itu disampaikan setelah beredarnya video viral di media sosial yang menuding toko tersebut menjadi lokasi penjualan obat-obatan terlarang. Dalam narasi video itu bahkan disebut adanya dugaan aparat Polres Kuningan “main mata” dengan kartel obat keras.
Kepala Satresnarkoba Polres Kuningan, Jojo Sutarjo, menegaskan pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Namun hasil pengecekan di lapangan tidak menemukan adanya aktivitas penjualan obat keras terbatas sebagaimana yang dituduhkan.
“Kami tegak lurus. Setiap laporan masyarakat pasti kami tindak lanjuti. Tapi dari hasil pengecekan di lapangan, tidak ditemukan hal tersebut. Informasi yang beredar itu tidak benar,” tegas Jojo saat dikonfirmasi awak media di lokasi, Selasa (28/4).
Ia menyayangkan munculnya tudingan tanpa dasar yang dinilai dapat mencoreng nama baik institusi sekaligus merugikan pemilik usaha. Polisi kini tengah menelusuri pihak yang pertama kali menyebarkan video dan narasi tersebut.
Bahkan, kata dia, tidak menutup kemungkinan langkah hukum akan ditempuh oleh pihak yang merasa dirugikan, termasuk melalui ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
“Kami mengimbau masyarakat lebih bijak dalam menyebarkan informasi. Pastikan dulu kebenarannya sebelum dibagikan agar tidak merugikan orang lain,” tambahnya.
Sementara itu, penjaga toko, Nurhedi (24), mengaku syok saat sejumlah orang yang mengaku aparat kepolisian datang mendadak dan melakukan penggeledahan. Menurutnya, rombongan tersebut berjumlah sekitar 10 orang dengan satu mobil dan dua sepeda motor.
“Mereka langsung masuk dan menggeledah. Saya kaget karena memang tidak tahu apa-apa. Setelah dicek, memang tidak ada apa-apa di sini,” ujarnya.
Nurhedi menegaskan, toko itu hanya menjual produk tembakau dan tidak pernah menyediakan obat-obatan terlarang. Ia juga menyayangkan minimnya komunikasi dari rombongan tersebut sebelum melakukan pemeriksaan.
Hingga kini, polisi memastikan situasi di lokasi tetap kondusif. Dugaan pelanggaran hukum sebagaimana yang ramai dituduhkan dalam video viral itu pun dipastikan tidak terbukti. (Angga)












































































































Discussion about this post