MAJALENGKA, (FC).- Tiga jemaah haji asal Kabupaten Majalengka dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Dua berasal dari kloter 6, sementara satu lainnya dari kloter 23.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Majalengka, Abu Mansyur, menjelaskan satu jemaah kloter 6 asal Kecamatan Kasokandel meninggal dunia, sementara satu jemaah lainnya dari Kecamatan Kertajati batal berangkat karena kondisi hamil.
“Kloter 6 sebanyak 439 orang. Namun satu orang wafat dan satu orang hamil, sehingga total yang berangkat menjadi 437 orang,” kata Abu Mansyur, Selasa (28/4).
Sementara itu, satu jemaah dari kloter 23 asal Kecamatan Talaga juga dilaporkan meninggal dunia sebelum keberangkatan.
“Kloter 23 sebanyak 163 jemaah, namun satu orang wafat, sehingga total menjadi 162 orang,” ujarnya.
Kloter 6 sudah berangkat melalui embarkasi Kertajati pada Minggu (26/4) kemarin, sedangkan kloter 23 akan terbang pada 8 Mei mendatang. Meski ada jemaah yang batal berangkat, pihak Kemenhaj memastikan seluruh proses keberangkatan jemaah lainnya tetap berjalan sesuai jadwal.
Terpisah, seorang jemaah haji asal Ligung beryukur bisa berangkat ke tanah suci tahun 2026. Penantian yang cukup lama yakni menunggu hampir 18 tahun, akhirnya yerbayarkan pada tahun ini dengan bisa berangkat bersama keluarga.
“Bersyukur saja tahun ini saya bersama istri bisa menunaikan rukun Islam yang kelima. Mohon doa nya saja semoga bisa berangkat dengan aman dan nyaman yang jadwalnya akan berangkat pada 8 Mei mendatang,” ujarnya, seraya mohon namanya jangan di publish. (Munadi)











































































































Discussion about this post