KAB.CIREBON, (FC).- Supri (39), mantan Sekretaris Desa Sindangkempeng, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon ingin berkonsentrasi menekuni dan menjadi pelopor pergerakan perekonomian masyarakat desa, dengan memanfaatkan kearifan lokal yang ada, hasil perjuangan dan manfaatnya kini mulai dirasakan.
Dengan memanfaatkan halaman belakang rumahnya, Supri memanfaatkan potensi lokal. Dari telur asin yang ia produksi sendiri, hingga sayuran hidroponik yang tumbuh segar di greenhouse samping rumah.
Semua lahir dari tangan dan tekadnya, Supri kini menjadu sosok yang belakangan menjadi buah bibir warga desa karena kegigihannya membangun usaha dari nol, Supri bukan sekadar peternak. Ia adalah penggerak ekonomi kecil yang berani.
“Kalau semua bahan bisa kita hasilkan sendiri, kenapa harus bergantung ke luar?” katanya sambil tersenyum, menunjukkan rak telur asin yang siap dipasarkan, Sabtu (3/1).
Di samping rumahnya, berdiri greenhouse sederhana dengan rangka besi dan plastik bening. Di dalamnya, deretan sayuran hijau tumbuh rapi dalam pipa-pipa putih. Anak-anak desa sering mampir, sekadar melihat atau membantu menyiram.
“Rasanya bangga kalau bisa panen sendiri. Sayurannya segar, dan orang kampung bisa beli tanpa harus jauh ke kota,” ujar Supri.
Tak hanya di peternakan, semangat Supri juga merambah ke dunia kuliner. Ia mendirikan sebuah kafe kecil bernama Kopi Nukami. Bangunan sederhana dengan kursi kayu dan aroma kopi hangat itu kini menjadi tempat favorit warga.
Di sana, para pemuda desa bercengkerama, ibu-ibu melepas penat, dan anak-anak menikmati minuman manis dengan harga ramah kantong.
“Kalau di kota, nongkrong di kafe bisa bikin kantong jebol. Di sini, semua bisa menikmati tanpa takut mahal,” kata Cia karyawan Cafe Nukami.
Usaha Supri membuka lapangan kerja baru. Enam warga yang kini bekerja di peternakan, greenhouse maupun kafe miliknya. “Alhamdulillah, saya bisa bantu teman-teman yang sebelumnya kesulitan mencari pekerjaan,” ucap Supri.
Warga pun merasakan manfaat lain, telur asin dan sayuran hidroponik menjadi pilihan pangan sehat yang mudah dijangkau.
“Saya ingin menunjukkan bahwa anak muda desa juga bisa mandiri, memanfaatkan potensi yang ada di sekitar, dan tetap memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya penuh semangat.
Harapan Supri sederhana, yaitu usaha kecilnya bisa terus berkembang, membuka lapangan kerja, dan membuat Desa Sindangkempeng semakin dikenal.
Kisah Supri adalah potret nyata bagaimana mimpi sederhana bisa menyalakan harapan besar. Dari telur asin hingga Kopi Nukami, dari kandang ayam hingga greenhouse hidroponik, ia membuktikan bahwa desa bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang lahirnya inovasi dan kemandirian. (Nawawi)


















































































































Discussion about this post