MAJALENGKA, (FC).– Di tengah derasnya arus informasi digital, Pemerintah Kabupaten Majalengka, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus memperkuat literasi digital masyarakat.
Salah satunya dengan mengintensifkan edukasi penggunaan media sosial secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab, guna menciptakan ruang digital yang sehat dan informatif.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi para admin media sosial di tingkat kecamatan dan desa yang digelar di Kecamatan Argapura, Rabu (29/4).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat transparansi informasi kepada masyarakat.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Majalengka, Kusmiati, menegaskan bahwa media sosial kini menjadi salah satu kanal utama dalam penyebaran informasi publik. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Media sosial bukan sekadar sarana komunikasi, tetapi juga menjadi wajah informasi pemerintah. Maka, konten yang disampaikan harus informatif, kredibel, serta mampu menangkal penyebaran hoaks di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas para admin media sosial menjadi kunci penting dalam membangun ekosistem digital yang sehat, sekaligus mendukung keterbukaan informasi publik di era digital.
Sementara itu, Camat Argapura, Ridwan Mochamad Ramdhani, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menyebut, peran media sosial saat ini sangat strategis dalam mendukung penyampaian informasi program pemerintah hingga ke tingkat desa.
Menurutnya, seluruh desa di Kecamatan Argapura telah memiliki admin media sosial yang bertugas mempublikasikan berbagai kegiatan dan program pembangunan.
“Terdapat sekitar 14 desa yang telah memiliki admin media sosial, ditambah instansi vertikal. Bimtek ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan mereka dalam mengelola informasi secara efektif,” ungkapnya.
Antusiasme peserta juga terlihat dari keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Salah seorang peserta, Erik, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru, khususnya dalam teknik penyampaian informasi yang menarik dan tidak menyesatkan.
“Melalui bimtek ini, kami jadi lebih memahami cara membuat konten yang informatif, menarik, serta mampu menangkal hoaks yang beredar di masyarakat,” tuturnya.
Dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang komunikasi digital, Diskominfo Majalengka berharap para admin media sosial di tingkat desa dan instansi dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang benar, akurat, dan membangun.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem digital yang sehat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap informasi pemerintah. (Munadi)












































































































Discussion about this post