KAB. CIREBON, (FC).- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Cirebon bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), kemudian Ketua Ekonomi Kreatif, Gunawan melaksanakan kegiatan pelatihan Industri Kecil Menengah (IKM) berupa kerajinan pengolahan dan pemanfaatan limbah kaleng terhadap siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Asy-Syahida.
Kegiatan pelatihan tersebut berlangsung di Bengkel Tong-tong Enon milik Suhanan di Desa Cangkoak, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut.
Kepala Bidang Perindustrian, Endang Sri Puji Astuti menyampaikan, kerja sama dilakukan dalam rangka mencetak bibit pengusaha muda.
Disisi lain juga, guna mempersiapkan dan memenuhi kebutuhan tenaga produksi dalam bidang-bidang industri besar yang berkaitan. Yang memang, dibutuhkan skill atau kemampuan tertentu.
“Ini dilaksanakan untuk memancing atau memantik kreatifitas. Supaya dalam masa pandemi Covid-19 ini bisa berproduksi atau menghasilkan suatu karya yang bisa diual. Sehingga bisa menimbulkan nilai ekonomi. Apalagi, yang dipakai itu barang-barang bekas yang ada di sekitar kita yaitu barang bekas yang biasa dibuang,” ujar Endang, kemarin.
Yang pasti, sambungnya hal ini dilakukan untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Sehingga, siswa dapat memiliki gambaran jelas ketika melihat suatu barang. Baik dalam menciptakan atau meng-upgrade sebuah produk.
Bukan hanya dengan siswa, dalam mendukung kegiatan ini tentu bekerja sama dengan pelaku usaha terkait. Yaitu Ketua Ekraf, Gunawan yang juga pengusaha kulit serta rotan sintetis. Kemudian, seorang pengusaha dalam bidang industri pengolahan barang bekas, Suhanan.
Selaku Ketua Ekraf Gunawan atau Gun sapaan akrabnya menuturkan, kegiatan ini merupakan bagian dari Ekraf. Bagaimana menumbuhkan ekonomi berdasarkan kreatifitas. Atau dapat dikatakan, tidak melulu roda perekonomian harus terbangun dari bahan baku siap pakai. Melainkan, dari barang bekas yang mudah didapat.
Untuk digubah menjadi barang yang bernilai. Adapun alasan kerja sama dengan siswa SMK. Dikarenakan basis dasar siswanya itu vokasi atau skill.
“Ini sebetulnya simbiosis mutualisme. SMK sendiri mendidik murid-muridnya yang punya skill. Kita juga menyiapkan lagi generasi-generasi muda yang skillnya itu siap pakai,”ujarnya.
Sehingga, siswa-siswa yang memang dipersiapkan untuk kerja ketika lulus nanti. Memiliki bayangan untuk berwirausaha, atau memiliki gambaran jelas seperti inilah dunia usaha.
Terlebih, usaha yang diperkenalkan kepada siswa ini tepat dan sesuai dengan jurusan. Melihat kegiatan yang cukup direspon baik.
Gun dan pihak lainnya juga, memiliki rencana untuk melakukan kegiatan yang sama dengan sekolah lainnya. Khususnya, SMK dengan pelaku usaha yang dekat dengan lokasi sekolah.
“Ya, betul. Kami dengan Disdagin sedang gencar sekali dengan mengedepankan industri kreatif di Kabupaten Cirebon ini. Mungkin, salah satunya dengan SMK ini (Asy-Syahida,-red). Siswa SMK kita persiapkan bibit-bibitnya dari sekarang. Disamping IKM yang sudah jalan, kita siapkan untuk masa depan. Sehingga, tidak lost generation,” jelas Gun.
Sementara itu, Pelaku usaha dan pemilik tempat Suhanan atau yang lebih akrab disapa Enon menuturkan, dalam kegiatan bersama siswa SMK ini dirinya melatih proses pembuatan kursi dan dua buah meja oleh sejumlah siswa yang praktik.
Adapun bahan bakunya disebutkan Enon, diantaranya kaleng cat berukuran besar, alat pembakaran, amplas, tiner, dan cat. Dalam melatih para siswa tentu dilakukan dari pengenalan barang baku mentah. Yaitu, kaleng cat yang masih utuh.
“Disini diajarkan mulai dari nol. Mulai dari proses pengelupasan dengan dibakar kemudian digosok dengan amplas, sesudah itu dilakukan pembersihan sisa dari gosokan kaleng cat, kemudian dilanjut dengan pelapisan tiner, dan tunggu kering paling cepat sehari jikalau panas dan dua hari jika cuaca mendung,” paparnya.
Setelah dilakukan pengecatan tiner, sembari menunggu kering. Mengolah kayu sisa untuk dibentuk menjadi lingkaran. Yang kemudian, haluskan dan dilakukan pengecatan dengan tiner juga. Dalam hal ini Enon mengungkapkan antusiasme siswa cukup bagus. Terlebih, masing-masing turut berkontribusi dalam tiap tahapannya. Meski, baru hari pertama.
Kepala Program Teknik SMK Asy-Syahida, Syamsul Kamal menuturkan, bahwa kegiatan ini sangat bagus mengingat jurusan siswa kelas XII ini, yaitu Teknik Bodi Otomotif (TBO) cukup berkaitan.
Disisi lain ke-20 siswa yang hadir akan mengikuti ujian kompetensi paket 1 yaitu pengecatan panel. Daripada itu, dirinya berterima kasih baik kepada dinas maupun siapapun yang terkait didalamnya.
“Sekarang yang ikut ada 10 siswa, sisanya menyesuaikan karena kondisi Covid-19. Daripada itu, saya sangat bersyukur sekali. Dan kebetulan memang mendekati ujian kompetensi paket 1 pengecatan panel,” ucapnya.
Telah diberitahukan sejak dua hari lalu Syamsul mengungkapkan antusiasme siswa cukup tinggi. Dengan begitu dirinya berharap bahwa siswa dapat menguasai dari tahapan pertama yaitu pengelupasan cat, hingga tahapan akhir atau finishing. (Sarrah)

















































































































Discussion about this post