KUNINGAN, (FC).- Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas dan berdaya saing terus diperkuat Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan.
Sepanjang tahun 2025, berbagai program strategis berhasil dijalankan dengan menjangkau ribuan pelaku UMKM dari beragam sektor usaha.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Diskopdagperin Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, melalui Kepala Bidang UMKM dan Perindustrian, Alvin Fitranda, menyampaikan bahwa seluruh program yang dilaksanakan selaras dengan visi dan arahan Bupati Kuningan dalam mempercepat pertumbuhan UMKM menuju UMKM yang melesat dan berdaya saing.
“Fokus kami sepanjang 2025 adalah penguatan kapasitas SDM, legalitas usaha, digitalisasi, serta kolaborasi lintas sektor. Diskopdagperin berkomitmen mendukung penuh program Bupati agar UMKM Kuningan benar-benar naik kelas,” ujar Alvin, Rabu (31/12).
Sejumlah program unggulan berhasil direalisasikan. Salah satunya AI Ignition Training hasil kolaborasi dengan Staf Kepresidenan RI yang diikuti oleh 243 pelaku UMKM.
Selain itu, melalui dana DBHCHT, Diskopdagperin juga menggelar pelatihan dan praktik pembuatan blanding, cerutu, dan cigarillos yang melibatkan 150 UMKM.
Di bidang legalitas usaha, Diskopdagperin menggulirkan Program Gelegar (Gerakan Legalitas 1.000 Merek Gratis) yang diikuti 58 UMKM, serta memfasilitasi penerbitan 19 surat rekomendasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku usaha.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia UMKM juga menjadi perhatian utama. Program Rasio yang dikolaborasikan dengan Kampus UMKM Kuningan dan Universitas Prasetiya Mulya berhasil menjangkau 178 UMKM dari berbagai sumber pendanaan.
“Selain itu, pelatihan literasi dan digitalisasi keuangan telah diikuti lebih dari 400 UMKM melalui kerja sama dengan Diskuk Jabar, UP3W, Dinas Pangan, dan mitra lainnya. Kami juga menggelar pelatihan keamanan digital yang diikuti 200 UMKM,” jelas Alvin.
Sinergi dengan dunia pendidikan dan sektor swasta turut diperkuat. Tercatat sebanyak 727 mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya terlibat langsung dalam pendampingan terhadap 75 UMKM dan dua komunitas usaha.
Kerja sama juga dijalin dengan Universitas Kuningan dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Tak hanya pada aspek pengembangan usaha, Diskopdagperin juga menyusun kajian Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) sebagai langkah strategis jangka panjang.
Kajian tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan Peraturan Daerah (Perda) RPIK sekaligus mendukung proses revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Kajian RPIK ini menjadi fondasi penting untuk penguatan industri daerah ke depan,” ujarnya.
Kolaborasi dengan dunia industri juga diwujudkan melalui kerja sama dengan XLSMART dalam program “Teman UMKM Naik Kelas” yang diikuti oleh 300 pelaku UMKM di Kabupaten Kuningan.
“Seluruh program ini dirancang untuk membangun ekosistem UMKM yang kuat, adaptif terhadap digitalisasi, memiliki legalitas yang jelas, serta daya saing yang tinggi. Ini menjadi fondasi penting menuju UMKM Kuningan yang mandiri dan melesat,” pungkas Alvin. (Angga)
















































































































Discussion about this post