KUNINGAN, (FC).- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cigandamekar, Sangkanurip, Kabupaten Kuningan, terus menunjukkan perkembangan positif.
Selain membantu pemenuhan gizi peserta didik, program tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pelibatan pelaku usaha dan pemasok bahan pangan lokal.
Pelaksanaan MBG di wilayah Cigandamekar mendapat respons positif dari berbagai kalangan, mulai dari siswa, tenaga pendidik, orang tua hingga masyarakat sekitar.
Program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia itu dinilai mampu mendukung kesehatan sekaligus meningkatkan konsentrasi belajar anak di sekolah.
Perwakilan pengelola SPPG Cigandamekar, R. Hamzaiyah, mengatakan program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Pemenuhan gizi yang baik sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas generasi masa depan. Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi seimbang memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat dan berprestasi,” ujarnya, Senin (22/6).
Menurutnya, seluruh proses pelayanan dilakukan dengan pengawasan ketat mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pengemasan hingga distribusi makanan kepada para penerima manfaat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan tetap terjaga.
“Setiap tahapan kami laksanakan sesuai standar agar makanan yang diterima benar-benar aman dan berkualitas,” katanya.
Tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, program MBG juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kebutuhan bahan pangan yang dipasok dari wilayah lokal dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mendukung keberlangsungan program.
“Pemanfaatan bahan pangan lokal memberikan nilai tambah karena selain menjaga kesegaran bahan makanan, juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ungkap Hamzaiyah.
Ia menegaskan, keberhasilan program tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, masyarakat hingga para petugas pelaksana yang terlibat langsung dalam penyediaan layanan.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi modal utama untuk menjaga kualitas pelaksanaan program sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Kolaborasi menjadi kunci agar program ini terus berjalan optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Untuk menjaga mutu pelayanan, SPPG Cigandamekar terus melakukan evaluasi berkala, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan pengawasan mutu pangan, serta penerapan standar kebersihan yang ketat.
Dengan berbagai upaya tersebut, pihaknya optimistis Program Makan Bergizi Gratis mampu berkontribusi dalam mencetak generasi Indonesia yang sehat, kuat, cerdas, dan siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
“Harapan kami, program ini terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas,” pungkasnya. (Nawawi)













































































































Discussion about this post