KOTA CIREBON, (FC).- Hampir dua tahun Bus Rapid Transit (BRT) milik Pemkot Cirebon belum beroperasi juga. Sepuluh unit BRT tersebut saat ini masih terparkir rapih di halaman belakang Kantor Dinas Perhubungan (Dishub Kota) Cirebon.
Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati tidak mau tinggal diam dengan kondisi ini. BRT yang telah dia perjuangkan kehadirannya, harus segera beroperasi. Selain itu dia tidak ingin kehilangan momentum dan kepercayaan dari pusat karena belum beroperasinya BRT ini.
Untuk itu Eti sengaja datang ke Gedung Sate Bandung, guna menemui Sekda Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmaja, Rabu (8/7), bersama dengan Kepala BP4D Arif Kurniawan, Kepala UPTD PPP LLAJ Wilayah IV Abduh Hamzah dan pejabat lainnya. Eti meminta arahan dan solusi atas pengoperasian BRT ini.
“Iya kita berkonsultasi dan diskusi dengan Pak Sekda Jabar. Guna membahas bersama terkait BRT bantuan dari Kementerian Perhubungan ini,” jelasnya kepada FC, Kamis (9/7).
Dikatakan Eti, Sekda Jabar meminta Pemkot Cirebon untuk lebih dahulu melakukan kajian secara komprehensif. Kajian pada semua segi, seperti sosial, ekonomi, adanya resistensi dari angkutan lainnya. Dari segi teknis kesiapan sarana dan prasarana dan hak lainnya.













































































































Discussion about this post