KUNINGAN, (FC).- Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 di Lapangan Sepak Bola Desa Gunungkeling, Kecamatan Kuningan, Selasa (9/6), menjadi momentum bagi petani untuk memperkuat kemandirian dan inovasi di tengah masih terbatasnya ketersediaan pupuk bersubsidi.
Kegiatan yang dihadiri petani, penyuluh pertanian, organisasi tani, serta unsur pemerintah daerah tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum evaluasi berbagai persoalan yang masih dihadapi sektor pertanian, mulai dari distribusi pupuk hingga penguatan kelembagaan petani.
Dewan Pakar KTNA Kabupaten Kuningan, Uun Sunarum, mengatakan Hari Krida Pertanian harus dimaknai sebagai momentum refleksi untuk mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi petani.
Menurutnya, berkurangnya alokasi pupuk bersubsidi masih menjadi persoalan utama yang dirasakan sebagian petani di lapangan.
“Kalau dulu petani yang memiliki lahan satu hektare bisa mendapatkan empat kuintal pupuk urea, sekarang ada yang hanya menerima dua kuintal. Ini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama,” ujarnya.
Meski demikian, Uun menegaskan keterbatasan pupuk bersubsidi tidak boleh menjadi penghambat produktivitas pertanian.
Karena itu, KTNA bersama penyuluh pertanian, UPTD KPP, dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian terus mendorong petani mengembangkan berbagai inovasi, termasuk memanfaatkan limbah pertanian menjadi pupuk organik cair.
Menurutnya, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah petani di Kabupaten Kuningan bahkan mampu menjalankan usaha tani selama beberapa musim tanpa membeli pupuk kimia karena memanfaatkan pupuk organik hasil produksi sendiri.
“Kami ingin petani lebih mandiri, usaha taninya menguntungkan, kelembagaannya kuat, dan lingkungan tetap terjaga. Jangan sampai terus bergantung pada pupuk konvensional,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, memastikan pihaknya siap menindaklanjuti setiap laporan terkait distribusi pupuk bersubsidi yang tidak tepat sasaran.
Ia meminta petani segera melapor apabila mengalami kendala dalam memperoleh pupuk bersubsidi sesuai ketentuan.
“Silakan laporkan kepada kami apabila ada petani yang tidak mendapatkan pupuk subsidi. Kami akan segera menindaklanjutinya,” tegas Wahyu.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Gerindra, Sri Laelasari, menilai kolaborasi antarorganisasi pertanian menjadi kunci dalam memperkuat sektor pertanian daerah.
Menurutnya, sinergi antara berbagai organisasi seperti HKTI, KTNA, dan Tani Merdeka harus terus diperkuat sejalan dengan semangat Hari Krida Pertanian yang mengedepankan pelestarian tradisi sekaligus inovasi.
Dalam fungsi pengawasan, DPRD juga berkomitmen terus mengawal persoalan pupuk bersubsidi agar kebutuhan petani dapat terpenuhi.
“Kami akan terus mendorong agar pupuk subsidi mudah diakses petani. Ketersediaannya harus menjadi perhatian bersama demi menjaga produktivitas pertanian,” ujarnya.
Melalui peringatan Hari Krida Pertanian ke-54, para pelaku sektor pertanian berharap lahir petani-petani yang lebih mandiri, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan, sekaligus menjaga ketahanan pangan Kabupaten Kuningan di masa mendatang. (Angga)












































































































Discussion about this post