KOTA CIREBON, (FC).- Data kependudukan terbaru dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon menunjukkan fakta menarik yang cukup mencuri perhatian.
Di tengah pembaruan data agregat semester I tahun 2025, nama Agus dan Siti tercatat sebagai nama paling banyak digunakan oleh warga Kota Cirebon.
Kepala Bidang Pengolahan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kota Cirebon, Muhammad Izzuddin mengungkapkan temuan ini diperoleh dari hasil pemetaan data penduduk yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Dari hasil pendataan, nama yang paling banyak itu Agus dan Siti,” ujar Izzuddin, Rabu (10/6).
Tercatat, jumlah warga bernama Agus mencapai 2.067 orang. Angka ini menempatkan Agus di posisi teratas, mengungguli nama lain seperti Asep yang berada di urutan kedua dengan 1.112 penduduk.
“Untuk kategori perempuan, nama Siti masih menjadi yang paling dominan dengan jumlah mencapai lebih dari 6 ribu orang,” katanya.
Berdasarkan data agregat kependudukan semester I 2025, jumlah penduduk Kota Cirebon saat ini mencapai 358.265 jiwa. Komposisinya terdiri dari 179.703 laki-laki dan 178.562 perempuan.
Jika dirinci per kecamatan, Kecamatan Harjamukti masih menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak yakni 131.507 jiwa. Disusul Kecamatan Kesambi sebanyak 81.353 jiwa, Lemahwungkuk 61.888 jiwa, Kejaksan 51.996 jiwa, dan Pekalipan sebagai kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit yaitu 31.521 jiwa.
Selain data jumlah penduduk, Disdukcapil juga mencatat status perkawinan warga. Terdapat 22.879 warga berstatus janda, yang terdiri dari 15.630 karena cerai mati dan 7.249 cerai hidup.
Sementara itu, jumlah duda di Kota Cirebon tercatat 9.687 orang, dengan rincian 4.348 karena cerai mati dan 5.339 cerai hidup.
Izzuddin menambahkan, pembaruan data kependudukan dilakukan secara berkala setiap semester atau dua kali dalam setahun, sesuai ketentuan yang berlaku.
“Data ini diperbarui secara rutin setiap semester,” pungkasnya. (Agus)












































































































Discussion about this post