KUNINGAN, (FC).- National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Kuningan mendorong penguatan pembinaan atlet disabilitas melalui pemanfaatan teknologi digital dan kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut diwujudkan dengan mendukung implementasi Program Jaga Inklusi (JAGAIN) yang digagas Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Komitmen itu disampaikan saat jajaran pengurus NPCI Kabupaten Kuningan melakukan audiensi dengan Kejaksaan Negeri Kuningan, Selasa (9/6). Rombongan yang dipimpin Ketua NPCI Kabupaten Kuningan, Wibawa Gumbira, diterima langsung Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan, Yustina Angelin Kalangit, didampingi Kepala Seksi Intelijen Brian Kukuh Mediarto.
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut peluncuran Program JAGAIN oleh Kejaksaan Agung RI pada April 2026. Program berbasis aplikasi digital itu dirancang untuk memperkuat sistem pengawasan, monitoring, dan tata kelola organisasi NPC Indonesia dari tingkat daerah hingga pusat.
Dalam pertemuan itu, Kajari Kuningan menegaskan pentingnya ketersediaan data yang terintegrasi dan dapat diakses seluruh pengurus NPC Indonesia. Menurutnya, sistem data yang terpusat akan memperkuat legalitas organisasi sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pembinaan atlet disabilitas yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Selain menjadi pusat data organisasi, aplikasi JAGAIN juga memberikan ruang bagi atlet dan komunitas disabilitas untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, hingga berbagai persoalan yang dihadapi di daerah masing-masing.
Melalui program tersebut, kejaksaan juga dapat memantau potensi diskriminasi maupun ketimpangan yang masih dialami penyandang disabilitas. Informasi yang dihimpun nantinya dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan perhatian terhadap pengembangan olahraga disabilitas.
Ketua NPCI Kabupaten Kuningan, Wibawa Gumbira, menyambut positif hadirnya Program JAGAIN. Menurutnya, aplikasi tersebut menjadi terobosan penting untuk memperkuat komunikasi antara pengurus daerah, pengurus pusat, dan pemerintah dalam mendukung kemajuan atlet disabilitas.
“Program JAGAIN dapat menjadi solusi dalam pengembangan olahraga disabilitas. Aspirasi dari daerah akan lebih mudah tersampaikan sehingga pembinaan atlet dapat dilakukan secara lebih terstruktur, masif, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Gugum itu berharap keberadaan aplikasi tersebut tidak hanya memperkuat sistem pendataan, tetapi juga mampu melahirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada atlet disabilitas, baik dari sisi pembinaan, penyediaan fasilitas, maupun peningkatan kesejahteraan.
Ia menilai sinergi antara NPCI dan Kejaksaan Negeri Kuningan merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem olahraga disabilitas yang inklusif dan berkelanjutan.
“Semoga kolaborasi ini semakin memperkuat dukungan terhadap atlet disabilitas serta mendorong kemajuan olahraga prestasi di Kabupaten Kuningan,” pungkasnya. (Angga)













































































































Discussion about this post