KAB.CIREBON, (FC).- Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) liar di sepanjang Jalan Gebang-Waled, tepatnya di depan PG Tersana Baru, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, semakin meresahkan warga.
Selain memenuhi bahu jalan, lapak-lapak semi permanen yang terus bertambah dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Warga setempat, Heri Mulyana, mengaku kondisi di lokasi tersebut semakin semrawut karena banyak kendaraan pembeli yang parkir sembarangan di badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas kerap tersendat, terutama pada jam-jam sibuk.
“Kendaraan pembeli banyak yang parkir di badan jalan sehingga mengganggu pengguna jalan lain. Saat jam ramai, kondisi lalu lintas menjadi semrawut,” ujar Heri, Rabu (10/6).
Menurutnya, keberadaan PKL yang terus berkembang tanpa penataan telah mengubah kawasan tersebut menjadi titik rawan kecelakaan. Bahkan, salah satu anggota keluarganya pernah mengalami kecelakaan akibat menabrak kendaraan yang diparkir di sekitar lokasi.
“Keluarga saya pernah menjadi korban kecelakaan karena menabrak kendaraan yang parkir sembarangan di depan lapak PKL,” katanya.
Heri menambahkan, situasi menjadi lebih berbahaya pada malam hari karena minimnya penerangan jalan. Kondisi tersebut membuat pengendara sulit melihat kendaraan yang berhenti atau parkir di sekitar area perdagangan.
“Kalau malam hari risikonya lebih tinggi karena penerangan jalan kurang memadai,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, awalnya hanya terdapat beberapa pedagang yang berjualan di kawasan tersebut. Namun seiring waktu, jumlah PKL terus bertambah hingga hampir memenuhi sepanjang ruas jalan dengan bangunan semi permanen.
“Dulu hanya beberapa lapak, sekarang hampir sepanjang jalan dipenuhi kios dan bangunan semi permanen karena tidak ada penertiban,” tuturnya.
Berdasarkan informasi yang diterima warga, lahan yang digunakan para pedagang sebagian merupakan aset milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon, sedangkan sebagian lainnya berada di area milik PG Tersana Baru.
Atas kondisi tersebut, warga meminta Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera melakukan penertiban agar fungsi jalan dapat kembali optimal dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.
“Kami berharap ada tindakan tegas dari Satpol PP. Penertiban perlu dilakukan demi keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan masyarakat,” tegas Heri. (Nawawi)












































































































Discussion about this post