KUNINGAN, (FC).- Suasana haru menyelimuti Masjid At-Taufiq Kuningan Islamic Center saat ratusan keluarga menyambut kepulangan jemaah haji Kloter KJT-08 Kabupaten Kuningan, Minggu (7/6).
Tangis bahagia dan pelukan hangat mewarnai pertemuan para jamaah dengan keluarga setelah lebih dari satu bulan menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Sejak siang hari, kawasan Islamic Center telah dipadati keluarga jamaah. Mereka menanti kedatangan orang tua, suami, istri, maupun kerabat yang menunaikan ibadah haji di Makkah dan Madinah.
Begitu rombongan tiba, suasana penyambutan berubah menjadi penuh emosional. Air mata syukur tak terbendung ketika para jemaah turun dari bus dan kembali bertemu keluarga dalam keadaan sehat dan selamat.
Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar bersama Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani turut hadir menyambut kepulangan para tamu Allah tersebut.
Hadir pula unsur Forkopimda, Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, jajaran perangkat daerah, tokoh agama, serta keluarga jemaah.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kuningan, kami mengucapkan selamat datang kembali di tanah kelahiran tercinta.
Alhamdulillah Bapak dan Ibu telah menunaikan ibadah haji dan kembali dalam keadaan sehat. Semoga menjadi haji yang mabrur dan hajjah yang mabruroh,” ujar Bupati Dian.
Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah mendampingi jamaah selama menjalankan ibadah haji, mulai dari petugas kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD), tenaga medis, hingga pembimbing ibadah.
Ia juga mengaku bangga atas kebersamaan dan kekompakan jamaah asal Kabupaten Kuningan selama berada di Tanah Suci.
“Saya mendapat laporan bahwa jemaah Kabupaten Kuningan menunjukkan sikap saling membantu, saling peduli, dan menjaga nama baik daerah. Ini menjadi kebanggaan bagi kita semua,” katanya.
Bupati mengingatkan bahwa perjalanan spiritual para jamaah tidak berhenti setelah kembali ke tanah air.
Menurutnya, kemabruran haji harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap dan perilaku yang lebih baik.
“Sepulang dari Tanah Suci, Bapak dan Ibu akan menjadi panutan di lingkungan masing-masing. Saya berharap nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian yang diperoleh selama berhaji dapat terus dijaga dan diamalkan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Kloter KJT-08 Kabupaten Kuningan, Nunung Nurhayati, melaporkan sebanyak 444 jamaah dan petugas berhasil kembali ke tanah air dalam kondisi sehat dari total 445 orang yang berangkat.
“Alhamdulillah seluruh proses perjalanan berjalan lancar. Kami mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Kabupaten Kuningan selama kami mendampingi jamaah di Tanah Suci,” ujarnya.
Namun demikian, satu jamaah atas nama Nursih Sumiatsih Suryadi asal Desa Cikadu belum dapat kembali bersama rombongan karena masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Jeddah pascaoperasi.
Pemerintah daerah dan pihak kloter mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhannya.
Di tengah suasana haru penyambutan, rasa syukur juga dirasakan Siti Aminah, warga Kecamatan Kuningan, yang sejak siang menunggu kedatangan ibundanya.
“Alhamdulillah rasanya lega sekali. Saat melihat ibu turun dari bus, saya langsung menangis karena terharu dan bersyukur beliau pulang dalam keadaan sehat,” tuturnya.
Kepulangan Kloter KJT-08 menjadi momen penuh syukur bagi masyarakat Kabupaten Kuningan.
Selain menandai berakhirnya perjalanan ibadah di Tanah Suci, kepulangan para jemaah juga menjadi awal untuk mengamalkan nilai-nilai kemabruran dan menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat. (Angga)










































































































Discussion about this post