KOTA CIREBON, (FC).- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Fina Amalia Purwantini meninjau langsung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sampah di Grenjeng, Kecamatan Harjamukti.
Fina ingin memastikan, infrastruktur persampahan berjalan dengan baik. Agar bisa digunakan untuk menekan volume sampah di Kota Cirebon yang terus mengalami peningkatan.
Menurut Fina, alat pencacah sampah berperan krusial dalam mengoptimalkan kinerja operasional di Pusat Daur Ulang (PDU) di Dukuhsemar.
Di lokasi peninjauan, Fina Amalia menekankan bahwa optimalisasi Pusat Daur Ulang tidak bisa lagi ditunda demi mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Mesin pencacah sampah menjadi salah satu titik fokus karena kemampuannya dalam mereduksi volume sampah organik maupun anorganik sebelum masuk ke proses pengolahan lanjutan.
“Kami melakukan pengecekan mendetail terhadap sejumlah aset pendukung yang masuk dalam rencana pembenahan dan revitalisasi,” ujarnya, Rabu (10/6).
Tidak hanya berfokus pada mesin pengolah, Kepala DLH Kota Cirebon juga memeriksa kelayakan sejumlah fasilitas logistik lapangan.
Beberapa aset penting terpantau akan segera masuk dalam program pembenahan, di antaranya adalah wadah penampung (container) sampah berukuran besar serta beberapa unit mesin operasional lainnya yang memerlukan perawatan berkala maupun perbaikan struktural.
Pembenahan container besar ini dinilai mendesak untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah di tempat penampungan sementara (TPS) akibat wadah yang rusak atau bocor.
“Pengecekan aset ini adalah bentuk komitmen kita untuk melakukan tertib manajemen sarana dan prasarana. Container sampah yang kokoh dan mesin yang andal adalah kunci kenyamanan layanan kebersihan bagi masyarakat Kota Cirebon,” jelasnya. (Agus)













































































































Discussion about this post