MAJALENGKA, (FC).– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kabupaten Majalengka mengalami gangguan. Belasan hingga puluhan dapur MBG menghentikan operasional sementara akibat terkendala pencairan dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Penghentian distribusi makanan bergizi juga berdampak pada ribuan penerima manfaat, mulai dari siswa PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA yang selama ini menjadi sasaran program MBG.
Informasi penghentian operasional disampaikan masing-masing pengelola dapur kepada sekolah dan para koordinator penerima manfaat. Di antaranya disampaikan oleh SPPG Majalengka Kulon 2.
Melalui akun resminya, para pengelola menyampaikan bahwa operasional dapur dihentikan sementara hingga waktu yang belum dapat ditentukan karena terkendala pencairan dana operasional dari pusat.
“Sementara SPPG Majalengka Kulon 2 libur sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan dikarenakan terkendala pencairan dana dari pusat BGN. Semoga kita bisa segera beraktivitas kembali seperti biasa,” tulis Kepala SPPG Majalengka Kulon 2, Fajar Pilantika Baha, dikutip pada Senin (9/6).
Pemberitahuan serupa juga disampaikan SPPG Majalengka di Palasah Waringin 03. Melalui surat resmi yang dikirim kepada para koordinator penerima manfaat, pengelola menyatakan distribusi MBG dihentikan sementara mulai Senin, 8 Juni 2026, hingga batas waktu yang belum dapat dipastikan.
Pengelola menyebut, penghentian operasional dilakukan karena dana operasional yang menjadi sumber pembiayaan kegiatan dapur belum terealisasi.
“Pemberhentian sementara ini disebabkan adanya kendala pencairan dana operasional yang hingga saat ini belum terealisasi,” demikian isi surat pemberitahuan tersebut.
Kondisi serupa terjadi di SPPG Majalengka Wetan 3. Kepala SPPG Majalengka Wetan 3, Dandi Perdana, mengatakan pihaknya juga menghentikan sementara distribusi MBG sejak 5 Juni 2026.
“Berhenti sementara mulai tanggal 5 Juni sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ujarnya, Senin (9/6).
Terpisah, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Majalengka, Intan Diena Khoerunisa, membenarkan adanya penghentian operasional di sejumlah dapur MBG.
Namun menurutnya, penghentian tersebut hanya bersifat sementara sambil menunggu proses pencairan dana operasional dari BGN. Pihaknya mengakui, belum ada kepastian mengenai kapan seluruh dapur kembali beroperasi secara normal.
“Kalau hari ini ditransfer, besok sudah operasional lagi. Intinya menunggu dana masuk saja,” kata Intan.
Kendati demikian, Intan menyebut sebagian SPPG di Majalengka mulai kembali menerima pencairan dana sehingga berpotensi kembali beroperasi dalam waktu dekat.
“Alhamdulillah hari ini beberapa SPPG sudah kembali mendapatkan pencairan. Insya Allah SPPG yang sebelumnya terkendala akan operasional kembali,” ujarnya.
Penghentian distribusi MBG turut dirasakan para orang tua siswa. Ratnasari, seorang wali murid di Majalengka, mengaku mengetahui informasi penghentian distribusi MBG dari grup WhatsApp sekolah yang dibagikan guru kepada para orang tua.
Menurut dia, karena anaknya tidak menerima MBG, dirinya harus kembali menyiapkan bekal makanan dari rumah. “Tadi malam di-share sama gurunya di grup kalau hari ini MBG tidak ada karena masih menunggu dana dari BGN,” katanya.
Ibu dua orang anak itu, mengaku tidak mempermasalahkan penghentian sementara tersebut. Namun ia berharap distribusi MBG dapat kembali berjalan karena cukup membantu kebutuhan makan anak-anak di sekolah.
“Karena MBG berhenti, otomatis saya masak sendiri lagi buat anak saya yang sekolah di TK,” ujarnya.
Namun berbeda beberapa dapur di wilayah Kecamatan Ligung, walau dana operasional belum turun, beberapa dapur MBG tetap berjalan seperti biasa. Mereka mungkin menggunakan dana cadangan yang dimiliki oleh dapur MBG tersebut. Mereka yakin dana operasional akan segera cair, karena MBG sangat diperlukan untuk pemenuhan gizi bagi penerima manfaat.
“Dapur SPPG tempat kami bekerja tetap berjalan seperti biasanya. Terkait dana itu bukan ranah kami untuk menjelaskannya,” tutur seorang relawan SPPG di Ligung, Selasa (9/8), yang tidak mau menyebut jati dirinya. (Munadi)












































































































Discussion about this post