KOTA CIREBON, (FC).- Sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Cirebon menghentikan operasionalnya. Sehingga Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak terdistribusikan ke ribuan siswa penerima manfaat.
Di Kota Cirebon, tidak hanya di wilayah Pegambiran, empat dapur SPPG di Kecamatan Kejaksan juga menghentikan operasionalnya mulai Senin (8/6) kemarin. Hal ini disinyalir, akibat belum cairnya bantuan pemerintah untuk operasional dapur.
Koordinator SPPG Kecamatan Kejaksan, Igor Prasetia, saat ditemui di SPPG Kota Cirebon Kejaksan-Kesenden, Selasa (9/6) mengungkapkan, dari total delapan dapur MBG yang beroperasi di Kecamatan Kejaksan, separuh di antaranya terpaksa berhenti sementara.
“Wilayah Kecamatan Kejaksan ada empat dapur yang tidak beroperasional dimulai hari ini. Karena telatnya bantuan pemerintah untuk anggaran mendistribusikan MBG. Penghentian operasional tersebut bersifat sementara dan pihak pengelola masih menunggu pencairan dana dari pemerintah pusat.
Cuma, kabar terakhir yang saya dapat, Senin sore ini akan cair. Dan ketika hari ini cair, itu besok sudah bisa beroperasional kembali,” ucapnya.
Igor mengaku belum mendapatkan penjelasan resmi. Namun, ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan dinamika di tingkat pusat.
“Mungkin karena dinamika di pusat juga ya. Mungkin ada pembaruan sistem juga, pergantian kepala badan juga, dan mungkin juga bisa disebabkan karena faktor telatnya laporan per hari keuangannya. Kami hanya bisa menunggu. Menunggu arahan dari pusat, menunggu arahan untuk operasional kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, waktu libur operasional sementara dimanfaatkan untuk kegiatan internal seperti edukasi gizi bagi relawan dan pembersihan lingkungan dapur.
“Untuk penerima manfaat sendiri mungkin ada berbagai respons. Karena kabar ini juga mendadak. Cuma mau tidak mau memang kita mengikuti arahan dari pusat juga. Harus kita sampaikan agar tidak terjadinya miskomunikasi,” ucap Igor.
Menurut Igor, tidak semua dapur MBG di Kecamatan Kejaksan terdampak. Beberapa dapur yang dana operasionalnya sudah masuk masih tetap melayani penerima manfaat seperti biasa.
“Alhamdulillah kalau untuk SPPG saya dananya itu turun dengan lancar. Jadi untuk satu minggu ini atau satu minggu ke depan juga masih bisa tetap beroperasional,” jelas dia.
Igor juga mengungkapkan, bahwa dana bantuan pemerintah tersebut digunakan untuk seluruh kebutuhan operasional dapur, mulai dari pembelian bahan baku hingga pembayaran berbagai biaya pendukung.
“Dana itu buat operasional dapur. Dari bahan baku, insentif operasional, gaji relawan, bayar listrik dan lainnya sudah termasuk,” ujarnya.
Yang menjadi persoalan, berdasarkan aturan terbaru, pengelola tidak diperbolehkan menggunakan dana talangan saat bantuan pemerintah belum turun.
“Tidak bisa. Untuk sekarang itu sudah tidak bisa menggunakan dana talangan. Jadi ketika dana bantuan pemerintah itu sudah habis, ya kita tidak beroperasional. Dan ada surat pemberitahuan kepada pihak-pihak sekolah juga,” ucap Igor.
Sebelumnya, penghentian operasional juga terjadi di SPPG Pegambiran 1, Kecamatan Lemahwungkuk.
Pengawas Keuangan SPPG Pegambiran 1, Salikun menyebut, dapur MBG yang melayani 2.239 penerima manfaat itu berhenti beroperasi karena pencairan dana operasional belum dilakukan.
Menurut Salikun, keterlambatan pencairan dana tersebut merupakan kejadian pertama sejak dapur MBG Pegambiran beroperasi. Ia juga menegaskan, bahwa penghentian layanan tidak berkaitan dengan isu lain yang sempat berkembang di masyarakat.
Baik pengelola SPPG Pegambiran maupun Kejaksan kini sama-sama berharap pencairan dana dapat segera dilakukan agar layanan Makan Bergizi Gratis kembali berjalan normal dan tidak mengganggu pelayanan kepada ribuan penerima manfaat di Kota Cirebon. (Agus)











































































































Discussion about this post