KAB. CIREBON, (FC).- Kesuburan tanah di wilayah Kabupaten Cirebon banyak yang bermasalah dan mengeras. Akibatnya produktifitas menurun drastis, kabar angin ini membawa Mantan Staf Ahli Kementrian Pertanian sekaligus Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Sam Herodian bersama ASABI singgah di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Kamis (12/11).
Sam menyampaikan, dirinya mendapat kabar tanah di wilayah Kabupaten Cirebon ini memiliki masalah tanah mengeras yang disebabkan oleh pencemaran limbah batu, mengakibatkan produktifitas sangat menurun.
Tidak berhenti di penurunan produktifitas, bahkan petani hampir sudah tidak bisa mengelola tanah itu kembali.
“Setelah melihat lapangan ada dua alternatif yang pertama revitalisasi, namun sangat tidak efisien, karena tidak akan sebagus sebelum tercemar dan juga membutuhkan banyak dana terlebih lahannya pun tidak begitu luas,” ujar Sam, pada FC.
Maka dari itu, Sam mencari alternatif lain, dengan melihat kebutuhan yang saat ini sedang dibutuhkan pasar dan tanaman yang lebih menghasilkan uang. Artinya, dengan luas lahan yang sama dapat lebih produktif dan memiliki nilai yang tinggi.
“Maka, dengan melihat peluang tersebut sayur mayur, juga bisa dengan bunga-bungaan atau bisa pula buah seperti stroberi, nah itu bisa menjadi alternatif yang bagus,” tutur Sam.
Hanya saja, tambah Sam, tinggal masalah pendanaannya. Sam menekankankan pada warga Desa Sampiran perihal dana agar tidak mengandalkan atau menggantungkan pada bantuan.














































































































Discussion about this post