KAB.CIREBON, (FC).- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangenan Ender, Kabupaten Cirebon, menerapkan sistem sterilisasi menggunakan oven pengering untuk memastikan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Minggu (5/4).
Langkah ini dilakukan untuk mencegah kontaminasi bakteri pada wadah makan (ompreng) sebelum digunakan untuk distribusi makanan kepada siswa.
Kepala SPPG Ender, Rahmat, mengatakan seluruh wadah tidak hanya dicuci dengan air panas, tetapi juga wajib melalui proses sterilisasi menggunakan oven pengering.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Semua wadah harus benar-benar steril sebelum digunakan,” ujarnya.
Selain sterilisasi wadah, SPPG Ender juga menerapkan standar ketat dalam penggunaan air.
Air untuk mencuci bahan mentah telah melalui proses filtrasi, sementara pengolahan makanan menggunakan air Reverse Osmosis (RO) dengan kualitas setara standar industri.
Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalisasi potensi paparan bakteri berbahaya seperti E-coli dan Bacillus yang kerap menjadi penyebab keracunan makanan, khususnya pada layanan katering skala besar.
Meski memproduksi hingga 3.309 porsi per hari untuk siswa dari tingkat PAUD hingga SMA, dapur SPPG Ender tetap mengedepankan standar kebersihan.
Sebanyak 47 relawan dapur diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, mulai dari penutup kepala, masker, sarung tangan, hingga sandal khusus area dapur.
Ahli Gizi SPPG Ender, Ade Yulianingsih, menyampaikan bahwa aspek keamanan pangan juga diimbangi dengan pemenuhan gizi seimbang.
“Setiap menu disusun berdasarkan kebutuhan kalori dan keseimbangan nutrisi, sehingga siswa mendapatkan asupan sesuai standar kesehatan,” jelasnya.
Saat ini, SPPG Ender telah mengantongi sertifikat halal dan tengah mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari dinas kesehatan setempat.
Dengan penerapan sistem tersebut, SPPG Pangenan Ender diharapkan dapat menjadi percontohan dapur MBG yang higienis, aman, dan berkualitas. (Nawawi)















































































































Discussion about this post