KAB.CIREBON, (FC).- Warga Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, mengeluhkan keberadaan truk tronton yang memanfaatkan Kantong Parkir Watubelah sebagai lokasi parkir.
Aktivitas kendaraan besar tersebut dinilai tidak sesuai peruntukan dan mengganggu kenyamanan serta keselamatan warga.
Pantauan di lokasi, Rabu (29/4), sejumlah truk kontainer tampak terparkir berjajar di area yang berdekatan dengan permukiman. Aktivitas keluar-masuk kendaraan berlangsung sejak pagi hingga sore hari, bahkan diduga terjadi pada malam hari.
Kondisi jalan yang sempit membuat arus lalu lintas kerap tersendat. Pengendara roda dua maupun mobil pribadi harus mengalah saat truk melintas atau hendak parkir.
Suara mesin kendaraan berat dan manuver di tikungan sempit juga memicu kekhawatiran warga.
Salah seorang warga, Rudi (45), mengaku resah dengan kondisi tersebut.
“Setiap hari truk keluar masuk. Suaranya berisik, belum lagi kalau mereka parkir sembarangan. Anak-anak jadi tidak bebas bermain karena takut terserempet,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Siti (38). Ia menilai kantong parkir tersebut seharusnya diperuntukkan bagi kendaraan umum atau skala kecil.
“Ini kan dekat rumah warga. Harusnya tidak untuk truk besar seperti ini. Selain mengganggu, jalan juga cepat rusak karena beban kendaraan berat,” katanya.
Selain kebisingan, debu dari aktivitas kendaraan berat turut dikeluhkan warga, terutama saat cuaca kering. Beberapa truk bahkan parkir berhari-hari sehingga membuat area terlihat semrawut dan kapasitas parkir terbatas.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Nunu Nugraha Qodaru Ramdhon, mengakui adanya pelanggaran penggunaan kantong parkir.
“Memang kami kecolongan karena kendaraan masuk pada malam hari. Sudah kami lakukan teguran, dan truk trailer dilarang parkir di kantong parkir Sumber,” ujarnya.
Ia menegaskan, kendaraan besar hanya diperbolehkan masuk tanpa parkir di atas paving block dan hanya di area aspal. Sementara fungsi utama kantong parkir diperuntukkan bagi kendaraan kategori minibus.
“Kami akan telusuri kendaraan yang parkir dan memberikan teguran kembali,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera menertibkan penggunaan kantong parkir tersebut guna mencegah potensi kecelakaan serta menjaga kenyamanan lingkungan. (Ghofar)












































































































Discussion about this post