KUNINGAN, (FC).- Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung setahun. Namun belum ada tanda musibah ini akan berakhir.
Kondisi di masyarakat saat ini bisa dibilang jauh sekali dengan situasi masa-masa awal pendemi.
Bahkan situasinya bisa dibilang makin buruk, karena warga mulai mengabaikan protokol kesehatan, dan solidaritas saling tolong menolong makin menurun.
Pemerintah saat ini sedang melaksanakan program vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Namun program ini bisa kurang optimal ketika upaya tersebut kurang mendapatkan dukungan dari tokoh agama dan masyarakat.
Apalagi dengan maraknya berita palsu seputar Covid-19 dan Vaksin, warga bisa menolak untuk divaksin.
Dalam rangka menjawab masalah-masalah tersebut, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kuningan mengadakan rangkaian kegiatan penguatan kerjasama antara pemerintah daerah dengan tokoh-tokoh agama di Kuningan.
Salah satu dari rangkaian kegiatan tersebut adalah lokalatih membangun narasi positif dalam rangka merespon dampak buruk dari berita-berita palsu terkait Covid-19 yang beredar di masyarakat Kuningan.
Lokalatih tersebut diperuntukkan terutama bagi para tokoh-tokoh agama yang ada di Kuningan.
Dengan adanya lokalatih bagi agamawan dari Islam, Kristen, Hindhu, Katolik, Buddha, Konghucu, FKUB Kuningan berharap para agamawan di Kuningan bisa memberikan pemahaman kepada umatnya tentang pentingnya mematuhi protokol Kesehatan dan vaksinasi Covid-19.
Agenda yang di gelar FKUB Kuningan pada 15-16 Februari 2021 di Villa Desa Alamanis, Beber, Cirebon, dengan menerapkan protokol kesehatan.
Pada acara pembukaan lokalatih itu, Ketua FKUB Kuningan KH. Achidin Noor mengatakan bahwa di kalangan tokoh agama masih ada yang tidak percaya Covid-19.
Karena itu, perlu ada narasi positif, narasi yang bisa membuat tokoh-tokoh agama bahu membahu menjawab masalah hoaks Covid-19 dan dampak negatifnya.
Pemuka agama, menurut Achidin Noor adalah pemuka opini di masyarakat. Oleh sebab itu FKUB Kuningan mengundang lima belas tokoh agama yang mewakili majelis-majelis agama baik muslim maupun non-muslim di Kuningan untuk mengikuti kegiatan lokalatih.
“Setelah kegiatan lokalatih ini, kita akan menadakan dialog dengan pemerintah daerah Kuningan untuk menindaklanjuti hasil lokalatih. Selain itu, FKUB Kuningan akan mendukung upaya para peserta lokalatih dalam menyebarkan narasi positif di umatnya masing-masing,” jelas Achidin.
Achidin menyebtutkan agenda yang digelar oleh FKUB Kuningan terselenggara atas dukungan Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD) Paramadina, sebuah lembaga penelitian dan pengembangan kapasitas agamawan dalam menjawab masalah demokrasi dan kerukunan.
“PUSAD Paramadina dipercaya oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) untuk memfasilitasi FKUB memperkuat organisasi keagamaan di Indonesia dalam merespon dampak negatif Covid-19 (Restore Program),” ujar Achidin. (Ali)

















































































































Discussion about this post