MAJALENGKA, (FC).– Vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Kabupaten Majalengka sudah dimulai. Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua.
Selanjutnya disusul Dandim 0617/Majalengka, Letkol Inf Andik Siswanto, Kapolres Majalengka, AKBP Syamsul Huda, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Majalengka.
Wabup Majalengka, Tarsono D Mardiana, usai menjalani vaksinasi tahap kedua mengaku tidak ada kendala apapun setelah melaksanakan vaksin pertama. Ia mengaku lebih segar dan sehat.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar jangan ragu untuk divaksin dan tetap selalu menjaga protokol kesehatan, karena dengan divaksin akan menjaga kekebalan imun dari virus,” kata Wabup Tarsono, seusai menjalani suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua.
Sebagai pejabat publik di Majalengka, kata dia, vaksinasi ini merupakan upaya dan kerja keras pemerintah. Khususnya, untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin tersebut aman.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Agus Susanto menuturkan, sampai saat ini Kabupaten Majalengka sendiri mengajukan sebanyak 722.714 vaksin.
Jumlah tersebut, lanjutnya, akan didistribusikan untuk tenaga kesehatan (nakes) sebanyak 4.306, pelayan publik 32.185 orang, masyarakat rentan 326.259 orang, masyarakat umum 216.267 orang, dan pelaku ekonomi serta masyarakat rentan lainnya (lansia,-red) sebanyak 143.697 orang.
Sedangkan sasaran vaksinasi tahap pertama tenaga kesehatan baru mencapai 2.564 orang atau sekitar 62 persen dari total sasaran nakes sebanyak 4.132 orang yang berada di 32 puskesmas, 2 rumah sakit dan 4 fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Majalengka.
“Sampai saat ini pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama untuk nakes masih berjalan. Ada sejumlah puskesmas Kabupaten Majalengka yang menjalani penutupan, akibatnya vaksinasi mengalami penundaan sebanyak 452 orang dan 479 gagal, karena tidak memenuhi persyaratan,” ungkapnya. (Munadi)
















































































































Discussion about this post