KAB.CIREBON, (FC).- Permasalahan sampah di Kabupaten Cirebon dinilai sudah masuk kategori darurat. Kondisi itu ditandai masih banyaknya jalan-jalan yang berubah menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) dadakan di sejumlah wilayah.
Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Lukman Hakim, mengatakan persoalan sampah bukan hanya terjadi di Kabupaten Cirebon, melainkan juga di daerah lain. Namun, kondisi di Kabupaten Cirebon memerlukan penanganan serius karena cakupan wilayah yang luas dan keterbatasan sarana pendukung.
“Permasalahan sampah bukan hanya Kabupaten Cirebon saja, kota dan kabupaten lain juga sama. Tapi Kabupaten Cirebon ini memang sudah darurat sampah. Jalan-jalan yang jadi TPS dadakan itu menjadi persoalan kita bersama,” ujarnya, Senin (27/4).
Menurut dia, Kabupaten Cirebon yang memiliki 40 kecamatan serta 424 desa dan kelurahan saat ini hanya didukung sekitar 200 lebih kontainer sampah. Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal.
“Kalau satu desa satu kontainer saja, itu masih kurang banyak,” katanya.
Lukman menambahkan, Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon telah beberapa kali menggelar rapat kerja dengan dinas terkait untuk mencari solusi penanganan sampah, baik melalui optimalisasi anggaran daerah maupun menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat.
“Kami di Komisi III sudah beberapa kali rapat kerja dengan dinas terkait, bagaimana mengoptimalkan anggaran yang ada atau meminta kolaborasi dengan pemprov maupun pemerintah pusat dalam pengelolaan sampah,” ungkapnya.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menyebut pihaknya akan mendorong kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Cirebon agar dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat diarahkan membantu pengelolaan sampah.
“Ke depan kami coba berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Cirebon agar CSR-nya bisa diarahkan untuk pengelolaan sampah,” pungkasnya. (Ghofar)













































































































Discussion about this post