KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa Astanajapura, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, terus memanfaatkan hasil pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pendapatan Asli Desa (PADes) yang diperoleh dari unit usaha desa rutin disalurkan kembali melalui berbagai program sosial setiap bulan.
Program bantuan sosial tersebut menyasar kelompok masyarakat yang dinilai membutuhkan perhatian, di antaranya guru ngaji, marbot masjid, serta anak yatim.
Kuwu Desa Astanajapura, M. Jaelani Sidik, mengatakan seluruh bantuan yang diberikan berasal dari keuntungan usaha BUMDes Tanjung Harta Lestari tanpa membebani anggaran lain.
“Bantuan sosial ini murni dari hasil usaha BUMDes dan sudah menjadi program rutin setiap bulan untuk membantu warga,” ujarnya, Senin (27/4).
Selain itu, sebanyak 35 anak yatim di desa tersebut juga menerima santunan secara berkala. Bantuan itu diharapkan dapat membantu kebutuhan sehari-hari sekaligus memotivasi mereka agar tetap melanjutkan pendidikan.
Pemerintah desa juga menyalurkan bantuan kifayah atau biaya hidup bagi warga kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Keberhasilan program tersebut ditopang kinerja BUMDes yang mengelola sejumlah sektor usaha produktif. Saat ini, dua penyumbang terbesar PADes berasal dari pengelolaan limbah industri dan sektor pertanian.
Dalam bidang limbah industri, BUMDes menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan, salah satunya pengelolaan limbah pabrik Charoen Pokphand yang disebut memberi kontribusi signifikan terhadap kas desa.
Sementara di sektor pertanian, desa mengembangkan budidaya bawang merah di lahan sekitar satu hektare sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
“Seluruh hasil usaha kami kembalikan ke masyarakat, baik melalui bantuan sosial maupun pembangunan desa,” katanya.
Selain untuk bansos, PADes juga dialokasikan bagi pembangunan infrastruktur desa, seperti perbaikan jalan, saluran air, fasilitas ibadah, dan sarana publik lainnya.
Pemerintah desa pun terus memperkuat tata kelola kelembagaan agar pengelolaan desa dan BUMDes semakin profesional. (Nawawi)















































































































Discussion about this post