INDRAMAYU, (FC).- Ribuan hektar tambak di Kabupaten Indramayu terendam banjir. Akibat kejadian tersebut para petani mengalami kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.
Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi menyebutkan, berdasarkan pendataan sementara hingga akhir pekan kemarin, luas tambak yang terendam banjir mencapai 4.001,3 hektar.
Jumlah itu tersebar di sejumlah wilayah dan beberapa kecamatan.
“Dari data yang ada, paling parah tambak yang terendam berada di Kecamatan Losarang, yang mencapai 3.800 hektare,” kata Edi, kepada FC Selasa (16/2).
Edi menuturkan, budidaya di tambak-tambak yang terendam itu bervariasi. Mulai dari lele, nila, gurame, bandeng, dan udang.
“Umurnya pun beragam, yang kecil yang baru disemai dan adapula yang sudah siap panen,” ungkapnya.
Diinformasikannya, banjir yang merendam sebagian besar wilayah Kabupaten Indramayu pada pekan lalu itu telah membuat ikan dan udang yang dibudidayakan di tambak hilang terbawa air.
Selain hilangnya budidaya, lanjut Edi, para petambak juga merugi akibat kerusakan pada pematang tambak.
Banjir yang menggenang selama berhari-hari, telah membuat pematang yang terbuat dari tanah menjadi terkikis, longsor bahkan jebol.
Edi mengaku belum bisa memastikan nilai kerugian yang dialami para petambak akibat banjir tersebut.
Pasalnya, penghitungan saat ini masih berjalan. Namun, dia memperkirakan total kerugian seluruh petambak mencapai puluhan miliar.
Petambak yang terdampak banjir itu belum seluruhnya memiliki asuransi pembudidayaan yang diprogramkan pemerintah.
Padahal sejak tahun lalu, kuota asuransi pembudidaya yang ditetapkan pemerintah bagi Kabupaten Indramayu hanya 160 orang petambak.
“Jadi belum semua petambak terlindungi asuransi pembudidaya,” kata Edi.
Sementara itu, kaburnya ikan dari dalam tambak justru dimanfaatkan sebagian warga. Mereka ramai-ramai memancing ikan di genangan banjir.
Tak hanya menggunakan pancing, mereka bahkan menggunakan jaring agar lebih mudah menangkap ikan.
Hal itu seperti yang terlihat di wilayah Kecamatan Kandanghaur, yang berbatasan dengan Kecamatan Losarang.
Warga ramai-ramai memancing ikan di jalur pantura bahkan tempat pemakaman umum yang terendam banjir.
Warga dengan mudah memperoleh ikan gurame, lele maupun nila yang lepas dari tambak. (Agus)

















































































































Discussion about this post