KAB. CIREBON, (FC).- Indocement melakukan diversifikasi atau perluasan usaha di agregat tambang andesit yang memproduksi batu split.
Dalam paparan publik yang digelar secara virtual, Jumat (19/3), Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya mengatakan, tambang batu ini siap untuk memasok proyek-proyek strategik di sekitar Jabodetabek.
Tambang batu andesit tersebut telah memulai produksinya sejak Oktober 2020 yang berlokasi di Pamoyanan, Bogor dengan target produksi 100 ribu ton/bulan. Indocement menargetkan kapasitas produksi tahunan 2,5 juta ton/tahun.
“Kita siap mensuplay, baik proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung, Jakarta-Surabaya, dan Jalan Tol Pelabuhan, LRT dan proyek-proyek lainnya dengan kualitas batu yang sangat baik,” kata Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya pada paparan publik yang digelar secara virtual, Jumat (19/3).
Dalam paparan publik ini, jajaran direksi PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) menyampaikan laporan kinerja perseroan mulai dari laporan keuangan tahun 2020, strategi investasi, kondisi pasar semen domestik saat ini, pencapaian dan penghargaan perseroan 2020, serta paparan outlook 2021.
Dalam outlook 2021, Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya menyampaikan prospek pasar semen Indonesia tahun 2021, dimana permintaan diperkirakan tumbuh sebesar + 4% hingga + 5% dari tahun lalu.
“Pertumbuhan 4 sampai 5 persen ini adalah pertumbuhan yang mungkin kecil, tapi juga mungkin lebih besar karena melihat tahun 2020 kita cukup terpuruk, cukup banyak project-project yang tertunda,,” ujar Christian.
Indocement memperkirakan penjualan semen curah yang lebih tinggi pada paruh kedua tahun ini. Perkiraan tersebut dipengaruhi beberapa hal, antara lain anggaran infrastruktur untuk tahun 2021 telah dinaikan 38 persen dari tahun 2020.
Kemudian PUPR mendapatkan porsi terbesar APBN 2021 sebesar Rp149,8 Triliun dan sudah mulai terserap 7 persen pada awal Februari.
Pembentukan Sovereign Wealth Fund juga dinilai bisa menarik lebih banyak investasi untuk proyek infrastruktur.
“Kawasan industri, kawasan pabrik sudah mulai berjalan. Kemudian kawasan tourism, kawasan pariwisata sudah berjalan dan juga beberapa proyek infrastruktur,” papar Christian Kartawijaya. (Andriyana)











































































































Discussion about this post