Nusa Tenggara Timur, (FC).- Bagi masyarakat pesisir di Desa Warloka Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), melaut bukan sekadar pekerjaan, melainkan cara bertahan hidup.
Dengan keterbatasan sarana dan akses pasar, hasil laut yang melimpah selama ini belum sepenuhnya mampu mengangkat kesejahteraan warga.
Desa Warloka Pesisir selama ini dikenal sebagai kampung nelayan dengan potensi besar, bahkan tengah dikembangkan menjadi kawasan wisata dan kampung nelayan modern oleh pemerintah melalui Kampung Nelayan Merah Putih.
Berada di Kecamatan Komodo, Pulau Flores, desa ini hanya berjarak sekitar 20 km atau sekitar 45 menit perjalanan dari pusat wisata Labuan Bajo.
Saat ini infrastruktur berupa dermaga selesai dibangun.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) melengkapi infrastruktur yang dibangun dengan menghadirkan program Desa Binaan berupa Kampung Nelayan BSI Warloka: sebuah program pemberdayaan masyarakat yang tak berhenti pada bantuan fisik, tapi juga pendampingan usaha, pelatihan, hingga penguatan koperasi.
Pendekatan ini membuka jalan bagi masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan harian, tetapi mulai membangun usaha yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Peresmian Kampung Nelayan Warloka ini merupakan bagian dari eskalasi masif program Desa Bangun Sejahtera Indonesia (Desa BSI).
Pada tahun 2025 BSI membuka tiga desa baru yang tersebar di Aceh, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
Agresivitas ini mengukuhkan rekam jejak BSI yang hingga kini telah membina 20 desa dengan 7.853 penerima manfaat di 14 provinsi di seluruh Indonesia.
Digagas sejak 2024, Kampung Nelayan Desa BSI Warloka ini diresmikan Selasa, 21 April 2026 oleh Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, disaksikan Wakil Ketua Baznas RI KH Zainut Tauhid, Kepala OJK Provinsi Nusa Tenggara Timur Yan Jimmy Hendrik Simarmata dan Staf Ahli merangkap Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Manggarai Barat Agustinus Gias, Perwakilan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diwakili oleh Kepala UPTD Pendapatan Daerah Wilayah Manggarai Barat NTT MT Anjasmara Pranda, Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah IV NTT Robertus Eddy Surya, Kepala UPTD KPH Wilayah Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat NTT Pieter J. Dethan.
Program Kampung Nelayan BSI ini langsung menyentuh kebutuhan dasar nelayan yakni perahu dan gudang dengan cold storage atau mesin pendingin yang dapat menampung hasil tangkapan nelayan serta tempat pelelangan ikan.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa sebagai lembaga keuangan, BSI memiliki misi agar kehadirannya dirasakan secara inklusif semua kalangan masyarakat.
“Kami ingin berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya di pusat kota tapi juga dari desa,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima FC pada Selasa (21/4).
Apalagi program ini sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui program Asta Cita Pemerintah yang menekankan pembangunan dari desa dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Pemerintah sendiri telah mencanangkan untuk membangun 1.000 kampung nelayan hingga 2026.
Sebagai bagian dari bank pemerintah, BSI bangga bisa berkontribusi bagi pembangunan ekonomi desa.
Bagi warga Warloka, program ini bukan sekadar bantuan melainkan titik balik.
Dengan dukungan yang tepat, mereka berharap melihat masa depan yang berbeda: anak-anak bisa sekolah lebih baik, pendapatan lebih stabil, dan ekonomi desa tidak lagi tertinggal.
Kampung Nelayan Desa BSI Warloka merupakan desa binaan ke 21 dari 23 yang dibangun BSI sejak merger.
Khusus untuk Warloka, BSI memberikan 19 perahu kepada sekitar 143 kepala keluarga.
Warloka sendiri dihuni sekitar 300 kepala keluarga dengan sekitar seribu jiwa.
Mendukung konsep sustainability, perahu nelayan dilengkapi solar panel untuk penerangan.
Demikian juga dengan cold storage di mana mesin pendingin juga dioperasikan menggunakan tenaga listrik dari solar panel.
Ke depan, dalam 2–3 tahun, Kampung Nelayan Warloka ditargetkan mampu mandiri sebagai desa produktif.
Bagi warga, itu berarti satu hal sederhana namun penting: hidup yang lebih pasti, dari laut yang selama ini mereka jaga.(Andriyana)








































































































Discussion about this post