KAB. CIREBON, (FC).- Perum Bulog Cirebon mendapat penugasan pemerintah untuk melakukan penyerapan gabah dan beras tahun ini dengan target 42 ribu ton.
Target tersebut diperkirakan sulit tercapai karena stok beras di gudang Bulog saat ini masih berlimpah.
Wakil Kepala Bulog Cabang Cirebon, Abdillah Luhur mengatakan, dari target sebanyak 42 ribu ton itu, diperkirakan hanya mampu tercapai setengahnya saja atau sebanyak 21 ribu ton.
Terbatasnya space gudang menjadi kendala dalam penyerapan gabah dan beras tahun ini.
“Memang kita saat ini mengalami kendala untuk mengoptimalkan penyerapan, disebabkan kita masih punya stiok beras tahun-tahun sebelumnya (2018-2020) sebanyak 72 ribu ton. Oleh karena itu dengan sisa space yang sedikit ini kita mungkin tidak akan optimal dalam penyerapan,” katanya kepada FC, Senin (15/3).
Dalam melakukan penyerapan gabah di tahun 2021, Bulog Cirebon bekerjasama dengan mitra pengadaan. Juga bekerjasama dengan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) guna memaksimalkan penyerapan gabah di petani.
“Kita juga membentuk satuan kerja pengadaan atau disebutnya Satker Pengadaan untuk 1 tahun dengan target kita itu 42 ribu ton,” katanya
Pencapaian target sebanyak itu dilakukan secara bertahap. Untuk bulan Maret sampai Juli, Bulog Cirebon menargetkan pengadaan 3.970 ton beras dan gabah.
“Sampai saat ini kita belum ada yang masuk dikarenakan kita masih menunggu dari petani atau mitra kerja yang melakukan suplai beras ke Bulog,” tambahnya
Wakil Kepala Bulog Cabang Cirebon lebih lanjut mengatakan, untuk mengurangi space gudang dari menumpuknya stok beras, pihaknya melakukan beberapa langkah upaya.
Salah satunya dengan gencar melakukan suplay beras program KPSH (Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga) ke pasar-pasar atau mitra toko beras.
Akan tetapi, upaya ini juga dianggap tak berjalan optimal. Hal itu dikarenakan kondisi harga beras di pasar saat ini belum masuk harga HPP (Harga Pembelian Pemerintah) beras Bulog.
Berdasarkan Permendag Nomor 24 Tahun 2020, harga pembelian Gabah Kering Giling (GKG) di gudang Bulog adalah Rp5.300/kg, dan harga pembelian beras di gudang Bulog sebesar Rp8.300/kg.
Selain itu, kendala suplay beras KPSH tersebut dikarenakan stok beras di masyarakat sendiri saat ini masih banyak.
Sebagaimana diketahui, pemerintah banyak menyalurkan bantuan-bantuan beras untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19.
“Jadi kita tidak optimal (penyerapan) karena keterbatasan tempat. Kecuali ada space sebesar 21 ribu ton lagi, atau mungkin dengan cara Mov ke lokasi lain, atau penyaluran CBP (Cadangan Beras Pemerintah),” ungkapnya.
Bulog Cirebon memiliki 10 komplek gudang yang tersebar di wilayah kerja meliputi 7 komplek gudang di wilayah Kabupaten dan Kota Cirebon, 2 kompek gudang di Kuningan, dan 1 komplek gudang di Majalengka.
“Kapasitas gudang relatif berbeda-beda, tergantung besar kecil gudangnya. Sebagai gambaran, di Majalengka itu ada 4 unit gudang masing-masing 3500 ton atau 14 ribu ton. Tapi memang saat ini penuh, jadi tidak optimal untuk penyerapan,” tambahnya.
Dari jumlah stok beras CBP yang ada di gudang Bulog sebanyak 72 ribu ton tersebut, menurut Abdillah Luhur, mampu mencukupi kebutuhan pangan untuk wilayah kerja Bulog Cirebon hingga 24 bulan kedepan.
Perhitungan itu berdasarkan asumsi kebutuhan beras masyarakat per bulan rata-rata 5000 ton perbulan.(Andriyana)










































































































Discussion about this post