KOTA CIREBON, (FC).- Rumah makan Padang Cita Rasa Amak resmi hadir di Kota Cirebon. Kehadiran ini ditandai dengan Grand Opening pada Jumat (10/4) di Jalan Sukasari No.7, Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon.
Cita Rasa Amak tidak sekadar menjadi tempat makan. Kedai ini membawa pengalaman emosional yang lekat dengan kenangan dapur keluarga.
Hal itu juga tercermin dari nama “Amak” yang dipilih sebagai panggilan ibu dalam budaya Minangkabau
“Kami ingin menghadirkan masakan ibu yang tidak hanya autentik, tetapi juga memiliki cerita dan identitas,” ujar salah satu owner, Rizky Indrawan kepada wartawan.
Cita Rasa Amak mengusung konsep “Padang Culture” dengan pendekatan modern.
Tanpa menggunakan rumah gadang tradisional, kedai ini memadukan nilai budaya Minang dengan desain bangunan yang lebih elegan dan nyaman, menyasar kalangan anak muda.
Rizky menjelaskan, konsep kedai yang mengusung tagline “Raso Anak Kanduang” ini berada di antara restoran dan warung. Menu yang disajikan lebih selektif dengan fokus pada hidangan otentik.
“Biasanya kalau orang datang ke rumah makan Padang menunya banyak sekali. Nah di kita hanya sedikit. Itu yang kita sebut Padang Culture, biar anak muda itu senang di sini. Jadi Padang Culture rasa otentik, namun harganya pun bersahabat,” ujarnya.
Menurutnya, pembatasan menu justru menjadi strategi untuk menjaga kualitas rasa.
Sejumlah menu andalan yang ditawarkan antara lain Dendeng Lado Mudo Ijo, Dendeng Lado Sirah Merah, Rendang Daging, Ayam Pop, dan Soto Padang.
Andri Cahya Fadillah, yang juga owner menambahkan, dendeng lado ijo dan rendang menjadi menu utama yang wajib dicoba pelanggan.
“Menu andalan kami dendeng lado ijo dan rendang. Nah itu menu-menu utama yang harus dicicipi atau dinikmati oleh pelanggan,” kata Andri.
Proses memasak rendang dan dendeng ini pun dilakukan hingga delapan jam untuk menghasilkan cita rasa rempah yang kuat.
“Dendeng dan rendang itu sajian yang sakral ya menurut kita karena prosesnya juga memerlukan waktu sampai 8 jam memasak dan menghasilkan aroma rempah. Rendangnya kita juga kiblatnya ke Batu Sangkar dan Bukit Tinggi,” papar Andri
Ia menambahkan, untuk Ayam Pop yang disajikan memiliki ciri khas tersendiri dan terinspirasi dari rumah makan legendaris di Bukittinggi yang berdiri sejak 1942.
“Ayam Pop kita itu terinspirasi besar dari sana. Rumah makan Padang itu berdiri dari tahun 1942,” jelasnya
Selain makanan, Cita Rasa Amak juga menghadirkan minuman khas teh talua yang diracik langsung dari Batu Sangkar.
Dari sisi harga, kedai ini menyediakan paket menu dengan harga terjangkau, mulai dari paket Balabo di bawah Rp20 ribu hingga paket Sultan Mudo sekitar Rp40 ribuan.
Cita Rasa Amak memiliki kapasitas tempat makan yang bisa menampung 30 hingga 40 orang dan beroperasi pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.
Cita Rasa Amak merupakan hasil kolaborasi Rizky Indrawan bersama Indra Nugraha dan Andri Cahya Fadillah.
Ketiganya memiliki visi yang sama untuk menghadirkan rasa kampung halaman di perantauan.
Untuk menjaga keaslian rasa, tim melakukan riset kuliner langsung ke Sumatra Barat pada Februari 2026.
Mereka mengunjungi Kota Padang hingga Kabupaten Tanah Datar untuk mengeksplorasi berbagai hidangan khas Minangkabau.
Selama tiga hari, tim mendalami cita rasa kuliner, mulai dari sajian khas Pariaman, ayam pop, hingga soto Padang.
Mereka juga mengunjungi rumah makan legendaris dan berinteraksi dengan komunitas lokal.
Rizky menyebut, riset tersebut menjadi fondasi utama dalam menghadirkan cita rasa autentik di Cirebon.
Ia berharap, Cita Rasa Amak dapat diterima masyarakat sebagai alternatif baru kuliner dengan konsep yang kuat dan berkarakter.
“Semoga kehadiran tempat kami bisa memberi warna baru, dan masyarakat Cirebon pun senang dengan hadirnya Cita Rasa Amak Rasa Anak Kanduang,” ucapnya. (Andriyana)















































































































Discussion about this post