MAJALENGKA, (FC).- Pemerintah Kabupaten Majalengka meresmikan renovasi Gua Jepang yang berada di lingkungan Makodim 0617/Majalengka, Jalan Raya KH Abdul Halim No.403, Tonjong, Kecamatan Majalengka di buat cafe dengan nama Cafe Gua Jepang.
Peresmian itu sendiri dilaksanakan pada Jumat (6/2), oleh Bupati Majalengka Eman Suherman didampingi Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu.
Masyarakat yang datang ke gua Jepang akan menikmati fasilitas diantaranya cafe, tempat ngopi di dalam gua, pemandangan air didalam tempat yang teduh hingga swafoto dengan background patung Ir. Soekarno dan Jenderal Soedirman.
Renovasi gua jepang ini difokuskan pada pengembangan destinasi wisata berbasis sejarah dan edukasi di wilayah perkotaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Majalengka Aeron Randi, Ketua TP PKK Majalengka Iim Maemunah Suherman, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVIII Kodim 0617/Majalengka Ny. Adhita Fahmi Guruh Rahayu, jajaran Forkopimda, kepala OPD terkait, serta masyarakat.
Bupati Eman mengatakan, keberadaan Gua Jepang selama ini kerap luput dari perhatian, meski lokasinya berada di pusat kota dan dekat dengan pusat pemerintahan. Adapun ide renovasi ketika menjalankan gerakan bersih-bersih di Jumat (Geber Jumat) yang saat itu di Gua Jepang.
“Ketika kami geber dalam program 100 hari kerja, kami lihat ini potensi luar biasa. Selama ini hanya dilirik dari jauh, orang lewat tapi belum pernah masuk. Padahal ini situs sejarah yang dibangun tahun 1942 oleh tentara Jepang sebagai bagian dari pusat pertahanan,” kata Eman di lokasi.
Ia menegaskan, pengembangan Gua Jepang tidak menggunakan APBD, melainkan melalui kolaborasi dan pemanfaatan dana CSR dari pihak swasta, yang kemudian dikolaborasikan dengan Kodim 0617/Majalengka.
“Hari ini kita saksikan bersama, Gua Jepang menjadi destinasi wisata yang dikolaborasikan dengan Kodim. Ada unsur sejarahnya, ada edukasinya, dan juga ada kulinernya. Bukan hanya menikmati sejarah, tapi masyarakat juga bisa menikmati suasana dan berdiskusi di sini,” ujarnya.
Eman berharap kawasan Gua Jepang dapat menjadi ruang edukasi sejarah, khususnya bagi generasi muda.
“Kami ingin anak-anak tahu, ternyata di Majalengka ada situs sejarah yang punya makna dan cerita. Ini juga bisa menjadi ruang kreatif bagi anak muda untuk berdiskusi, mencari inspirasi, dan tumbuhnya aktivitas ekonomi,” katanya.
Ia juga membuka peluang agar Gua Jepang ke depan dapat diusulkan sebagai cagar budaya, mengingat nilai historisnya yang kuat.
“Ini bukan produk hari ini, tapi sudah tertuang dalam sejarah. Mudah-mudahan ke depan bisa kita dorong menjadi cagar budaya Majalengka,” imbuhnya.
Sementara itu, Dandim Letkol Inf Fahmi menegaskan, pengelolaan Gua Jepang tidak untuk meningkatkan jiwa nasionalisme masyarakat, sehingga terwujud masyarakat yang cinta tanah air.
“Kami tidak profit-oriented. Tujuan utamanya menanamkan wawasan kebangsaan, nilai histori, patriotisme, dan nasionalisme kepada masyarakat,” tegas Fahmi.
Berdasarkan keterangan pada papan informasi di lokasi, Gua Jepang di Majalengka merupakan bunker pertahanan bawah tanah yang dibangun pada masa penjajahan Belanda dan Jepang 1923–1945. (Munadi)













































































































Discussion about this post