“Dalam uji coba ini, teknisnya diserahkan ke pasar. Mana yang sekiranya cocok dengan kebiasaan dan bisa melayani pembelian secara online,” imbuhnya.
Ditemui terpisah, Sumarni (40) salah seorang pembeli di Pasar Kanoman mengaku belum tahu bila ada sistem online di pasar tradisional. Sehingga dia tetap belanja dengan datang langsung ke pasar.
“Bagaimana caranya ya, soalnya kita ibu rumahtangga banyak yang harus dibeli. Harganya, mesannya kesiapa, nganterinnya? Nah saya belum tau mas,” ujarnya.
Sementara Sopiah (60) pedagang ikan juga merasa kebingungan dengan sistem ini. “Lha normalnya aja mas, saya gak ngerti. Ada uang ya tak layani pembelinya,” tukasnya. (gus)














































































































Discussion about this post