Akhyadi berjanji akan mengevaluasi sistem belanja online di delapan pasar tradisional. Dikatakannya, sistem ini baru tahapan uji coba. Kelebihan dan kekurangan pasti ada dalam sistem ini, karena hal yang baru memerlukan masa adaptasi dan transisi.
Diungkapkannya, banyak yang belum paham dengan sistem ini, baik dari para pedagang itu sendiri maupun dari pembelinya. Dari catatannya, tiap hari tidak kurang dari 15 transaksi online di pasar tradisional. Ini membuktikan, sistem ini sudah dimanfaatkan untuk bertransaksi.
“Kita akan evaluasi sistem ini termasuk pembenahan program yang mempermudah bertransaksi. Masukan dari pedagang dan pembeli juga sudah kita himpun, termasuk dari ikatan pedagang pasar serta pengelolaan unit pasar,” ucapnya.
Sebanyak delapan pasar tradisional membuka layanan pembelian online. Di antaranya Pasar Kanoman, Pasar Pagi, Pasar Jagasatru, Pasar Kramat, Pasar Perumnas, Pasar Gunung Sari, Pasar Drajat dan Pasar Harjamukti.
Untuk implementasi sistem di lapangan, pihaknya menyesuaikan pada kebiasaan di pasar masing-masing. Seperti ketika ada konsumen online yang ingin membeli, maka ada petugas pasar yang berbelanja. Harga belanjaan tetap, artinya tidak dinaikkan, hanya dikenakan ongkos kirim yang terjangkau.














































































































Discussion about this post