KOTA CIREBON, (FC).- Pada Rapat Penyusunan Rencana Strategis Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS tahun 2019-2023, Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati menginstruksikan stakeholder terkait guna menekan kasus penularan HIV/AIDS di Kota Cirebon.
Dari laporan yang diterima, ada peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS selama pandemi Covid-19. Maka dari itu, pihaknya meminta pihak terkait jangan lengah, upaya pencegahan harus lebih ekstra.
Eti menuturkan kasus penularan HIV/AIDS di Kota Cirebon jangan sampai seperti gunung es, terlihat puncaknya saja yang sedikit. Padahal dibawahnya kasus tersebut bisa lebih besar dan belum terungkapkan. Segera, penyebab utama penularan harus segera diatasi.
“Dukungan anggaran untuk program pencegahan akan kami lakukan, agar solusi dan upaya pencegahan bisa berjalan maksimal,” ucapnya.
Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kota Cirebon Sri Maryati menyampaikan, program pencegahan dan pendampingan untuk pasien positif HIV/AIDS akan digencarkan untuk menekan jumlah kasus.
KPA mencatat pada Tahun 2019 ada 127 kasus, sementara pada Januari-Juni 2020 ada 155 kasus. Walaupun pada masa pandemi Covid-19 ini penerapan protokol kesehatan dijalankan, tapi temuan kasus baru HIV masih tetap ada.
“Kasus penularan diantaranya karena hubungan sex bebas. Kesadaran masyarakat terkait hal ini harus ditingkatkan. Dengan memperkuat keimanan, harmonisasi di keluarga dan menghindari pergaulan bebas,” ucapnya.
Untuk yang sudah dinyatakan positif HIV, lanjutnya, akan diarahkan untuk melalukan pengobatan di Klinik Seroja RSD Gunung Jati Cirebon. Guna mendapatkan perawatan dan pengobatan. “Kita minta peran serta masyarakat untuk menekan penularan HIV/AIDS di Kota Cirebon,”pungkasnya. (Gus)










































































































Discussion about this post