INDRAMAYU, (FC).- Belasan Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Indramayu usir paksa Plt Ketua DPD Golkar Indramayu yang baru H. Kusnadi.
Peristiwa tersebut terjadi saat digelarnya rapat konsolidasi pengurus Kecamatan dan DPD Partai Golkar Indramayu, pada Kamis (22/4).
Kisruh kader Golkar Indramayu ini dipicu akibat adanya surat yang dilayangkan pengurus kecamatan, yang dianggap tidak sah dan dianggap melanggar aturan partai .
Pasalnya, mencantumkan pengurus yang telah pindah partai.
Pantauan wartawan dilokasi, kekisruhan para kader Partai Golkar Indramayu ini berawal, saat salah satu pengurus kecamatan mempertanyakan legalitas surat undangan.
Yang hanya ditandatangani oleh Plt Ketua DPD Golkar Indramayu tanpa ada tanda tangan Plt sekertaris DPD Golkar.
Kondisi ini, kemudian berujung dengan adu mulut. Terlebih dengan mencantumkan kader partai yang saat ini sudah sudah pindah partai.
Dan dianggap cacat secara aturan partai, sehingga akhirnya terjadi pengusiran Plt Ketua DPD Golkar dari kantor DPD Golkar Indramayu.
“Kami pengurus kader Golkar kecamatan di Indramayu sangat kecewa dengan sikap Plt ketua DPD Golkar Indramayu yang baru ini. Kami anggap dia otoriter dan tidak mengikuti prosedur administrasi partai,” ungkap Suhendri salah satu pengurus Kecamatan DPD Golkar Indramayu.
Dia mengatakan,sekarang golkar telah menerima plt ketua yang baru, Kusnadi dan Ahmad sebagai plt sekretaris.
Tetapi dalam poin konsideran di diktum kelima, Plt sekarang ini ketika memecat atau mengganti Ketua PK harus ada persetujuan dari Ketua DPD Golkar Jabar.
“Kita ada 11 PK telah di SK kan oleh Plt yang terdahulu, saya memahami hukum tidak berlaku surut. Berarti kebijakan yang sudah dibuat oleh Plt terdahulu itu tidak bisa digugurkan oleh Plt yang baru,” ungkapnya.
Kemudian, kata Hendri, mengenai undangan yang dibuat sepihak, karena organisasi itu kolektif kolegial, yang dimandatkan adalah Plt Ketua dan Plt Sekretaris.
Selain itu, kata Hendri, yang diundang adalah PK yang sudah memiliki KTA Partai Nasdem. Sedangkan disini adalah DPD Partai Golkar atau konsolidasi yang dilakukan oleh Partai Golkar.
“Bukan karena kita tidak mau islah, tetapi yang diundang adalah pengurus yang bukan keluarga besar Partai Golkar,” pungkasnya. (Agus)
















































































































Discussion about this post