KAB.CIREBON, (FC).- Sebanyak 880 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Gebang Ilir, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, menerima bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng, Kamis (11/6).
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah kenaikan harga bahan pangan yang masih membebani ekonomi keluarga.
Penyaluran bantuan berlangsung tertib dengan pengaturan jadwal berdasarkan wilayah dusun. Langkah itu dilakukan Pemerintah Desa Gebang Ilir untuk menghindari antrean panjang sekaligus memastikan proses distribusi berjalan lancar.
Kuwu Gebang Ilir, Subandi, mengatakan sistem pembagian per dusun diterapkan agar pelayanan kepada masyarakat lebih efektif dan nyaman.
“Kami mengatur jadwal berdasarkan dusun supaya tidak terjadi penumpukan warga. Dengan cara ini proses penyaluran lebih tertib dan bantuan bisa diterima lebih cepat,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan pangan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang saat ini masih menghadapi tekanan ekonomi akibat naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama beras.
“Alhamdulillah masyarakat menyambut baik program ini. Semoga bantuan yang diterima dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meringankan pengeluaran rumah tangga,” katanya.
Sejak pagi hari, warga penerima manfaat tampak berdatangan ke lokasi penyaluran sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Mereka membawa identitas diri untuk proses verifikasi sebelum menerima bantuan.
Pemerintah desa memastikan seluruh bantuan disalurkan secara transparan dan tepat sasaran sesuai data penerima yang telah ditetapkan pemerintah.
Salah seorang penerima manfaat, Ana (38), mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Menurut dia, kenaikan harga beras dan kebutuhan dapur dalam beberapa waktu terakhir cukup memberatkan kondisi ekonomi keluarganya.
“Bantuan ini sangat membantu. Harga beras sekarang cukup mahal, jadi setidaknya bisa mengurangi pengeluaran keluarga untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Subandi menegaskan, setiap penerima wajib menunjukkan identitas diri saat pengambilan bantuan sebagai bentuk pengawasan agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak.
Ia berharap program bantuan pangan dapat terus berlanjut mengingat masih banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Semoga program seperti ini terus berkesinambungan sehingga masyarakat berpenghasilan rendah tetap mendapatkan bantuan saat kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil,” ujarnya.
Melalui program bantuan pangan tersebut, pemerintah berupaya menjaga ketahanan pangan keluarga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah dinamika harga bahan pokok yang masih terjadi. (Nawawi)












































































































Discussion about this post