Meski berlangsung dengan sederhana, Gumilar berharap makna dari Hari Bakti Pemasyarakatan tidaklah hilang.
Seluruh petugas Lapas harus tetap memiliki tekad juang dengan memepertahankan komitmen professional, akuntabel, transparan dan inspiratif.
Salah satu langkah inspiratif sendiri, lanjut Gumilar, pihaknya atas saran dari pusat memberdayakan warga binaan untuk melakukan pembuatan masker, mengingat peralatan yang ada di Lapas Kelas IIA Kuningan cukup memadai untuk pembuatan masker.
“Untuk penanganan Covid 19, kita juga memberdayakan warga binaan dengan membuat masker, kebetulan memiliki mesin jahit, dan akhirnya kita bisa membuat sehari bisa memproduksi sebanyak 50 lembar. Dan untuk sementara baru digunakan untuk warga binaan,” kata Gumilar.
Sementara untuk himbauan covid 19 sendiri, Gumilar menekankan kepada seluruh anggotanya agar tetap melaksanakan protokol kesehatan.
Jangan sampai diri kita membawa wabah ke dalam Lapas dan menularkan ke warga binaan. Selain wajib menggunakan masker, kita juga melakukan pengecekan suhu, penyemprotan disinfektan ke kamar-kamar narapidana,” ujar Gumilar. (Ali)
















































































































Discussion about this post