KAB. CIREBON, (FC).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon kembali menginventarisir jumlah rumah rusak yang diakibatkan bencana alam angin puting beliung, Sabtu (2/1) sore sekira pukul 16.30 WIB.
Setelah dilakukan penghitungan ulang, jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang tersebut berjumlah 315 dari semula 278 rumah, terdiri dari rusak ringan, sedang dan berat yang tersebar di 12 RT se-Desa Slangit Kecamatan Klangenan.
Bupati Cirebon, H Imron saat meninjau lokasi mengaku prihatin atas musibah angin puting beliung di Desa Slangit. Imron meminta warga yang terkena musibah, untuk bersabar.
Pihaknya pun, kata Imron, tetap akan membantu kondisi rumah yang rusak berat, walaupun hanya sebatas perbaikan atap.
Namun khusus Baznas, ada bantuan pembangunan salah satu rumah yang memang diperuntukan untuk mengajar anak-anak mengaji. Saat ini, rumah tersebut ambruk dan harus dibangun ulang.
“Pemkab sekuat mungkin akan membantu perbaikan rumah. Ya minimal sampai atap rumahnya rapih kembali. Tapi kalau Baznas akan membangun ulang rumah yang ambruk,” kata Bupati Cirebon, Senin (4/1).
Terpisah, Dandim 0620 Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Sugir mengatakan, pihaknya berupaya untuk secepat mungkin melaksanakan pekerjaan atau pemulihan di lokasi kejadian.
Sugir menambahkan, dengan kondisi memasuki musim penghujan maka pihaknya mempercepat mengumpulkan anggota mulai dari jam 6.30 WIB supaya bisa maksimal dalam bekerja.
“Seluruhnya akan kita bantu, akan tetapi di sini ada skala skala prioritas yang perlu kita lakukan, yaitu rumahnya guru ngaji, kemudian rumahnya nenek Sarmini yang hidup sebatang kara usia 70 tahun dan itu kondisinya sudah memprihatinkan kemudian nenek yang satu lagi, tetapi tetapi masih ada saudaranya,” kata Sugir.
Tentu saja, lanjut Sugir, pihaknya akan bekerja dengan skala prioritas dengan unsur yang ada semuanya, sehingga nanti bisa berjalan dengan baik.
Disamping itu juga masih dikatakan Sugir, pihaknya juga koordinasi dengan pihak-pihak lain seperti PLN dan sebagainya karena penerangan disini tentunya akan menjadi hal yang penting bagi masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, menambahkan kerusakan rumah ada kenaikan jumlahnya, namun pihaknya belum berencana menaikan status menjadi siaga bencana untuk bencana alam puting beliung Desa Slangit.
Saat ini pihaknya sedang merancang statusnya menjadi siaga bencana selama tujuh hari.
“Kita sedang koordinasi terlebih dahulu. Pokoknya secara parsial nanti kita akan tetapkan menjadi siaga bencana,” kata Alex.
Alex menjelaskan, kalau sudah ditetapkan menjadi siaga bencana, penyaluran bantuan dipastikan lewat satu pintu.
Tentu diawasi langsung oleh Koramil, Kapolsek, Kuwu yang didampingi Camat setempat.
“Kita lakukan assesment, terus penanganan kerusakan dan korban. Nah nanti kalau sudah jadi siaga bencana, konteks bantuan juga pasti ada regulasinya dan bisa dipercepat,” ujarnya. (Ghofar)















































































































Discussion about this post